Jemaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi 2.000 Riyal per Orang
Mekkah (Suaraislam.id) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan jamaah calon haji Aceh mulai menerima dana wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal atau sekitar Rp9,3 juta per orang.
Penyaluran perdana ini dilakukan oleh Nazir Wakaf Baitul Asyi, Syeikh Dr. Abdul Latif Baltou, kepada 393 jamaah Kloter 2 asal Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang di Hotel Burj Al Wahda, Makkah, pada Ahad (10/5) sore.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menyatakan pemberian ini diprioritaskan bagi Kloter 2 karena Kloter 1 baru akan bergerak dari Madinah ke Makkah pada Kamis (14/5).
Nominal yang diterima tahun ini tetap 2.000 riyal sebagaimana musim sebelumnya, namun nilai konversinya meningkat dari Rp8,7 juta menjadi kisaran Rp9,2 juta hingga Rp9,3 juta akibat perubahan kurs rupiah.
“Kemarin sore jamaah kita Kloter 2 sudah menerima Baitul Asyi di penginapannya, dengan jumlah dana sebesar 2.000 riyal, dibagikan oleh pengurus Baitul Asyi,” kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh Arijal, di Banda Aceh, Selasa (12/5).
“Selanjutnya akan dijadwalkan lagi Kloter 3 hingga seterusnya. Sedangkan Kloter 1 masih di Madinah, bakal mendapatkan dana Baitul Asyi ketika sudah berada di Makkah,” ujarnya.
Kasubag Humas PPIH Embarkasi Aceh, Darwin, menjelaskan bahwa jamaah Kloter 3, 4, dan 5 yang sudah berada di Makkah akan menjadi penerima dana wakaf berikutnya secara bertahap.
Seluruh proses pembagian dilakukan melalui koordinasi ketat antara pihak Nazir Wakaf, petugas haji, dan manajemen hotel agar berjalan dengan tertib.
“Pembagian sudah dimulai dan akan berlanjut untuk jamaah kloter berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan pihak Nazir Wakaf,” ujarnya.
Selain dana tersebut, jamaah juga telah menerima biaya hidup (living cost) sebesar 750 riyal atau Rp3,5 juta yang diserahkan saat berada di Asrama Haji.
Secara keseluruhan, setiap jamaah asal Aceh tahun ini menerima total uang sebanyak 2.750 riyal atau setara Rp12,8 juta per orang.
“Living cost (biaya hidup) dibagikan saat masuk di asrama, pada saat pembagian dokumen-dokumen lainnya di Aula Jeddah (Asrama Haji Embarkasi Aceh),” katanya.






