DAERAH

Gandeng Juleha, Kuttab Al Fatih Bogor Gelar Dauroh Qurban

Bogor (SI Online) – Semangat menyambut Iduladha terasa berbeda di Kuttab Al Fatih Bogor. Menjelang Hari Raya Qurban, lembaga pendidikan tersebut menggandeng Juru Sembelih Halal (JULEHA) Bogor Raya untuk menggelar Daurah Qurban bertema “Fiqih Qurban, untuk Pengorbanan Sesuai Syariat”, Sabtu (16/5/2026), di ruang serbaguna Kuttab Al Fatih, Desa Bojong, Kemang, Bogor.

Sejak pagi, puluhan peserta yang merupakan wali santri dan para guru tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga sore hari. Tidak sekadar mendengarkan teori, mereka juga diajak memahami praktik langsung penyembelihan hewan kurban—sesuatu yang selama ini sering kali hanya disaksikan dari kejauhan.

“Selama ini banyak orang berkurban, tetapi hanya menonton. Padahal ada keutamaan ketika seseorang ikut menyembelih hewan kurbannya sendiri sesuai tuntunan syariat,” ujar Robin selaku pembawa acara saat memberikan pengantar.

Ketua Posku (Persatuan Orang Tua Santri Kuttab Al Fatih) Bogor, Bimo Samudro, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk implementasi prinsip “ilmu sebelum amal”.

“Ini bagian dari upaya mengilmui diri sebelum pelaksanaan Idul Qurban. Kami ingin para wali santri tidak hanya beribadah secara rutin, tetapi memahami dasar ilmunya sehingga pelaksanaannya benar dan sesuai syariat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran tim JULEHA Bogor Raya menjadi nilai istimewa dalam kegiatan ini karena peserta dapat belajar langsung dari para praktisi yang berpengalaman.

“Kami berharap para peserta bisa mengambil ilmu sebanyak-banyaknya, sekaligus meningkatkan keterlibatan wali santri agar lebih aktif dalam syiar qurban,” tambahnya.

Kegiatan ini dirancang menyeluruh, mulai dari teori fiqih hingga praktik lapangan. Bahkan pada sesi praktik, tim JULEHA membawa seekor sapi agar peserta dapat melihat langsung proses penyembelihan dan penanganan hewan kurban secara detail.

Penanggung Jawab Syariah Kuttab Al Fatih Bogor, Ustaz Ari Maulana, menegaskan pentingnya belajar sebelum menjalankan ibadah.

“Ilmu sebelum amal adalah prinsip para ulama terdahulu yang harus kita ikuti, apalagi ini urusan ibadah. Kalau urusan dunia saja harus dilakukan orang yang berilmu, apalagi urusan agama,” tuturnya.

Menurutnya, daurah ini juga menjadi bagian dari taqarrub ilallah—mendekatkan diri kepada Allah melalui syiar qurban. “Ilmu itu sangat berharga, dan tugas kita adalah terus belajar sampai Allah mewafatkan kita,” katanya.

Dalam tausiyah pembuka, ia juga mengingatkan keutamaan menghadiri majelis ilmu. “Allah memiliki malaikat yang berkeliling mencari majelis zikir dan ilmu. Mereka melaporkan kepada Allah bahwa para peserta majelis memohon surga dan dijauhkan dari neraka. Maka Allah mengampuni mereka, bahkan orang yang tidak sengaja singgah pun ikut diampuni. Itulah keistimewaan seorang mukmin yang hadir di majelis ilmu,” ungkapnya.

Sesi materi fiqih penyembelihan disampaikan oleh Verry Aria Firmansyah. Ia membuka pembahasan dengan konsep halalan thayyiban, merujuk pada QS. Al-Maidah ayat 88 dan QS. Al-Baqarah ayat 172.

1 2Laman berikutnya
Back to top button