Baligh Bukan Sekadar Fisik, tapi Beban Syariat
Depok (SuaraIslam.id) – Pegiat Komunitas Remaja Hi.Mpok, Kak Hana, menjelaskan, fase baligh merupakan awal perjalanan seorang Muslimah menuju kedewasaan iman di hadapan puluhan remaja putri.
Penjelasan tersebut disampaikan dalam kajian Girls Talk: New Phase Unlocked, Muslimah After Baligh yang diselenggarakan oleh Komunitas Hi.Mpok Depok pada Kamis (14/5/2026) di Depok.
“Fase baligh yang sering kali dianggap sederhana, padahal menjadi titik awal seorang Muslimah memasuki masa tanggung jawab di hadapan Allah,” tambahnya.
Hana melanjutkan bahwa baligh bukan sekadar perubahan fisik melainkan fase ketika seorang Muslimah telah menjadi mukalaf yang mulai dibebani kewajiban syariat serta dicatat seluruh amal perbuatannya.
“Baligh menjadi titik peralihan dari masa anak-anak menuju fase yang lebih dewasa, di mana seorang Muslimah mulai memahami arah hidup dan tujuan keberadaannya,” terangnya.
Ia pun menegaskan bahwa seorang Muslimah mulai memiliki tanggung jawab untuk menjaga salat, menutup aurat, memahami halal dan haram, serta menjaga pergaulan setelah memasuki usia baligh.
“Namun syariat dalam Islam bukanlah bentuk pembatasan yang mengekang, melainkan bentuk kasih sayang Allah untuk menjaga kehormatan, hati, dan kehidupan seorang Muslimah agar tetap berada di jalan yang benar,” paparnya.
Persoalan Muslimah Fase Masa Baligh
Hana juga menyoroti berbagai persoalan yang banyak dialami remaja Muslimah setelah memasuki masa baligh dalam acara tersebut.
“Mulai dari kebingungan terkait haid dan ibadah, belum konsisten dalam shalat, hingga kurang memahami batasan pergaulan. Tidak sedikit pula remaja yang merasa malu untuk bertanya, menunda belajar agama karena merasa masih muda, atau tumbuh di lingkungan yang kurang mendukung proses mendekat kepada Allah,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa pengaruh media sosial dan pertemanan juga menjadi tantangan besar bagi generasi Muslimah saat ini.
Media sosial dinilai memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk pola pikir, kebiasaan, bahkan standar hidup remaja saat ini.
“Karena itu, seorang Muslimah perlu memiliki filter dan kontrol diri agar tidak mudah terbawa arus yang justru melemahkan iman dan menjauhkan dari nilai-nilai Islam,” sebutnya.
Menurut Hana, proses menjadi Muslimah yang lebih baik tidak harus selalu dimulai dengan perubahan besar secara instan.






