IBRAH

Kemenangan Iblis

Ada suatu kaum yang menjadikan sebuah pohon sebagai sesembahan mereka. Mendengar kabar tersebut, seorang ahli ibadah (nasik) yang beriman kepada Allah merasa prihatin. Ia lalu mengambil kapak dan pergi menuju pohon itu untuk menebangnya.

Ketika ia sudah dekat dengan pohon tersebut, tiba-tiba Iblis menampakkan diri untuk menghalanginya. Sambil berdiri menghadang, Iblis berteriak, “Berhenti, hai lelaki! Mengapa kamu ingin menebang pohon ini?”

“Karena pohon ini telah menyesatkan manusia,” jawab sang ahli ibadah.

“Apa urusanmu dengan mereka? Biarkan saja mereka dalam kesesatan!” seru Iblis.

“Bagaimana mungkin aku membiarkan mereka, padahal sudah menjadi kewajibanku untuk menunjuki mereka ke jalan yang benar,” balasnya.

Iblis kembali menghasut, “Kewajibanmu itu adalah membiarkan manusia bebas melakukan apa saja yang mereka sukai.”

“Mereka tidaklah bebas, karena mereka sebenarnya sedang mendengarkan bisikan setan,” sanggah sang ahli ibadah.

“Lalu, apakah kamu ingin mereka mendengarkan suaramu?” tanya Iblis dengan sinis.

“Aku ingin mereka mendengarkan seruan Allah!” tegas ahli ibadah tersebut.

“Aku tidak akan membiarkanmu menebang pohon ini,” ancam Iblis.

“Aku harus tetap menebangnya,” jawab ahli ibadah dengan mantap.

Iblis yang geram segera mencengkeram leher sang ahli ibadah. Tak tinggal diam, sang ahli ibadah pun langsung memegang tanduk setan tersebut.

Keduanya terlibat dalam pergulatan yang sengit dan panjang. Pertarungan ketat itu akhirnya selesai dengan kemenangan di pihak sang ahli ibadah.

Ia berhasil membanting setan ke tanah, lalu menduduki dadanya seraya berkata, “Apakah kamu sudah melihat kekuatanku?!”

Iblis yang telah kalah itu pun menjawab dengan suara yang lirih, “Aku tidak pernah mengira kamu sekuat ini. Lepaskan aku, dan silakan lakukan apa yang kamu inginkan.”

Sang ahli ibadah akhirnya melepaskan setan tersebut. Namun, tenaga yang dikuras selama pertarungan telah membuatnya sangat kelelahan. Ia pun memilih kembali ke pondok ibadahnya (shaumah) untuk beristirahat sepanjang malam itu.

Keesokan harinya, ia kembali mengambil kapak dan berjalan menuju pohon tersebut untuk menebangnya. Tiba-tiba, Iblis kembali muncul dari balik pohon sambil berteriak, “Apakah kamu datang lagi hari ini untuk menebangnya?!”

“Sudah kukatakan, aku harus tetap menebangnya,” jawab ahli ibadah.

“Apakah kamu mengira bisa mengalahkanku lagi hari ini?” tanya Iblis menantang.

“Aku akan terus melawannmu sampai kalimat kebenaran ini menang,” tegasnya.

“Lalu, di mana kekuatanmu itu?” sahut Iblis memprovokasi.

1 2 3Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button