NASIONAL

Habib Rizieq Dukung Gerakan Mahasiswa untuk Bela Agama, Bangsa dan Negara

Jakarta (Suaraislam.id) – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab, menyatakan dukungannya terhadap berbagai gerakan masyarakat, termasuk gerakan mahasiswa, buruh, dan aktivis, selama perjuangan tersebut dilakukan secara murni untuk membela agama, bangsa, dan negara.

Habib Rizieq menegaskan bahwa perjuangan membela agama harus menjadi prioritas utama karena menurutnya pembelaan terhadap agama akan sejalan dengan pembelaan terhadap bangsa dan negara.

“Saya mendukung semua gerakan masyarakat, apakah itu gerakan mahasiswa, gerakan buruh maupun gerakan para aktivis lainnya, selama gerakan-gerakan tersebut betul-betul murni untuk membela agama, bangsa, dan negara. Saya selalu mengutamakan agama, bangsa, dan negara. Karena kalau kita bela agama, umat Islam pasti membela bangsa dan negara, tapi kalau orang membela bangsa dan negara belum tentu dia membela agama,” ujar Habib Rizieq dikutip Suaraislam.id, Sabtu (13/6/2026) melalui siaran kajian di Markaz Syariah, Petamburan, Jakarta Pusat.

Ia juga menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk kekerasan terhadap para aktivis dan mahasiswa yang tengah menyuarakan aspirasi serta tuntutan keadilan.

“Kita menolak segala macam bentuk kekerasan kepada para aktivis dan mahasiswa yang sedang menyuarakan suara keadilan,” katanya.

Menurut Habib Rizieq, FPI tetap konsisten dalam perjuangan amar makruf nahi mungkar, melawan kezaliman, dan menegakkan keadilan. Namun, pengalaman panjang sejak berdirinya FPI pada 1998 hingga pembubarannya pada 2020 membuat organisasi tersebut melakukan penyesuaian dalam pola perjuangannya agar lebih berhati-hati dan tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.

“FPI tidak berubah. FPI memang harus memperbaiki cara geraknya supaya tidak tertipu di tengah jalan dan tidak ditunggangi oleh pihak lain,” ujarnya.

Terkait tuntutan sebagian kalangan agar Presiden mengundurkan diri, Habib Rizieq menilai hal tersebut merupakan hak yang sah dalam demokrasi, selama disertai argumentasi yang kuat dan dapat dipahami oleh masyarakat luas.

“Ada tuntutan supaya presiden mengundurkan diri, sah-sah saja. Yang penting berikan argumentasi yang bagus supaya rakyat bisa memahami argumentasi tadi,” katanya.

Namun demikian, Habib Rizieq mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menurutnya memiliki rekam jejak buruk dan berpotensi memanfaatkan gerakan mahasiswa untuk kepentingan tertentu.

“Saya tidak mau adik-adik mahasiswa yang saya cintai dan saya sayangi ditunggangi oleh orang-orang yang tidak jelas. Jangan sampai mahasiswa dikorbankan demi kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar para mahasiswa lebih selektif dalam memilih tokoh yang dilibatkan dalam gerakan mereka. Menurutnya, sosok yang memiliki integritas, keilmuan, serta rekam jejak yang baik layak diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan.

1 2Laman berikutnya
Back to top button