Kecam Penolakan Tamu Palestina ke Indonesia, Habib Rizeq Minta Pemerintah Keluar dari BOP
Jakarta (SI Online) — Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Syihab mengecam keras penolakan terhadap rombongan tamu asal Palestina yang disebut tidak diizinkan masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu.
Habib Rizieq menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap kemanusiaan serta bertentangan dengan semangat solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Dalam keterangannya di Jakarta, Habib Rizieq mengungkapkan bahwa salah satu tokoh Palestina, Dr Basem Naim, sebelumnya melakukan kunjungan ke Malaysia dan diterima langsung oleh Anwar Ibrahim bersama para ulama dan tokoh Islam setempat. Namun, saat hendak melanjutkan kunjungan ke Indonesia, rombongan tersebut justru ditolak masuk.
Menurutnya, rombongan tersebut telah memiliki agenda silaturahmi dengan sejumlah organisasi Islam di Indonesia, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, hingga Front Persaudaraan Islam (FPI).
“Mereka datang sebagai tamu, ingin bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Islam di Indonesia. Tapi justru ditolak masuk tanpa kejelasan,” ujar Habib Rizieq.
Baca juga: Hamas Sambut Baik Semua Dukungan untuk Perjuangan Palestina
Ia mengaku telah berupaya menghubungi sejumlah pejabat untuk membantu agar rombongan tersebut tetap diizinkan masuk. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Beberapa pejabat, kata dia, menyatakan tidak memiliki kewenangan, sementara pihak lain tidak memberikan respons.
Habib Rizieq juga menyoroti sosok Dr Basim Naim yang disebut memiliki kontribusi besar terhadap Indonesia, khususnya dalam pembangunan rumah sakit Indonesia di Gaza. Ia menyebut Naim pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Palestina dan membantu memfasilitasi pembangunan tersebut, termasuk menyediakan lahan wakaf.
“Beliau punya jasa besar terhadap Indonesia. Tapi ketika ingin datang, justru ditolak. Ini sangat disayangkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas penolakan tersebut, apakah berasal dari kebijakan pemerintah pusat, aparat keamanan, atau instansi terkait lainnya. Ia meminta adanya penjelasan terbuka kepada publik.
“Ini ada apa? apa alasan mereka? ini sebagai bukti lagi, gara-gara ikut Board of Peace (BOP) mereka enggak berani terima (tamu dari Palestina),” ungkapnya.
Habib Rizieq juga mendorong agar organisasi-organisasi Islam di Indonesia menyampaikan protes resmi kepada pemerintah, serta meminta agar tamu Palestina tersebut diundang kembali secara resmi ke Indonesia.






