NASIONAL

Kiai Didin: Pemerintah Harus Terbuka Sikapi Kritikan Mahasiswa

Bogor (Suaraislam.id) – Ketua Pembina Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) KH Didin Hafidhuddin, berharap pemerintah bersikap terbuka dan tidak represif dalam menyikapi berbagai aksi demonstrasi mahasiswa yang bertujuan memberikan masukan dan melakukan perbaikan terhadap kebijakan negara.

Hal itu disampaikan Kiai Didin di Masjid Ibn Khaldun, Bogor, Ahad lalu (14/6/2026), saat menjawab pertanyaan jamaah terkait maraknya aksi demonstrasi yang dilakukan kalangan mahasiswa dalam beberapa waktu terakhir.

“Kita berusaha berpihak pada kebenaran. Sesulit apa pun, kalau misalnya demo-demo itu bertujuan untuk memperbaiki, kita berharap pemerintah tidak menyikapinya dengan represif, tetapi menerima masukan-masukan dari mahasiswa,” kata Kiai Didin.

Menurut Ketua Umum Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) itu, pada umumnya mahasiswa masih memiliki idealisme yang murni, meskipun tidak menutup kemungkinan terdapat pihak-pihak tertentu yang berupaya menunggangi gerakan tersebut.

“Mahasiswa itu pada umumnya masih murni, kecuali kalau ada yang menunggangi. Jadi berikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan pendapat, asalkan jangan merusak,” ujarnya.

Kiai Didin mengaku bersyukur apabila generasi muda kembali menunjukkan sikap kritis terhadap berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, sikap kritis merupakan modal penting bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan.

“Kita bersyukur kalau melihat generasi muda kritis kembali. Karena kalau generasi muda tidak kritis, apalagi nanti kalau sudah tua untuk menjadi pemimpin,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan tidak diarahkan kepada serangan pribadi, melainkan difokuskan pada kebijakan-kebijakan yang dianggap perlu diperbaiki.

“Mensikapi dengan tidak mencaci maki pribadi, tetapi terhadap kebijakan-kebijakan. Saya kira itu harus ditanggapi dengan baik dan dengan sikap terbuka,” ujar Guru Besar Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya sikap kritis di kalangan umat Islam dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Selain itu, Kiai Didin mengingatkan pentingnya membudayakan saling menasihati dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam persoalan ibadah.

“Biasakan oleh kita sikap atau budaya yang disebut dengan tausiah, yaitu saling mengingatkan satu dengan yang lainnya,” pungkasnya. []

Back to top button