Tumbangkan Belanda, Maroko Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
MONTERREY (Suaraislam.id)— Maroko berhasil mengalahkan Belanda melalui adu penalti untuk melaju ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA. Pertandingan sengit di Monterrey ini berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu usai.
Kiper Maroko, Yassine Bounou, melakukan penyelamatan krusial dengan memblokir tendangan penalti keempat Belanda dari Crysencio Summerville. Setelah itu, penyerang Ismael Saibari maju untuk mencetak gol kemenangan yang mengunci keunggulan penalti 3-2 pada Senin (29/06/2026).
Kemenangan ini membawa Maroko menuju laga babak 16 besar melawan Kanada di Houston pada Sabtu mendatang. Pertandingan memikat tersebut berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah Issa Diop mencetak gol penyama kedudukan yang dramatis untuk Maroko pada menit pertama masa tambahan waktu.
Belanda sempat memimpin pada pertengahan babak kedua melalui gol dari Cody Gakpo. Pemain tersebut bertanding hanya beberapa hari setelah pasangannya mengonfirmasi kematian calon bayi laki-laki mereka yang belum lahir.
Penyerang Liverpool itu langsung terduduk di lapangan dan tampak emosional saat rekan-rekan setimnya memeluknya erat. Namun, Maroko memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu ketika Diop yang tanpa pengawalan menyundul umpan silang pemain pengganti, Chemsdine Talbi.
Maroko menciptakan peluang yang lebih baik dalam pertandingan yang berjalan keras tersebut. Kedua tim tampil agresif hingga menguji kesabaran wasit asal Brasil, Wilton Sampaio.
Tim Singa Atlas hampir memimpin pada menit ke-20 saat Neil El Aynaoui menyundul bola dari tendangan sudut Achraf Hakimi. Peluang tersebut berhasil digagalkan oleh penyelamatan refleks yang luar biasa dari kiper Belanda, Bart Verbruggen.
Verbruggen kembali beraksi beberapa saat kemudian untuk menyelamatkan gawangnya. Kali ini, ia tampil apik dengan menepis tendangan keras Hakimi ke atas mistar gawang.
Sengitnya persaingan terlihat jelas pada pertengahan babak pertama ketika Saibari beruntung lolos dari hukuman kartu. Ia kedapatan menyikut wajah Jan Paul van Hecke dalam sebuah perebutan bola.
Belanda terus mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan. Namun, skuad asuhan Ronald Koeman tersebut kesulitan mengonversinya menjadi peluang emas untuk mencetak gol.
Upaya terbaik mereka tercipta pada menit ke-44 lewat tendangan keras Micky van de Ven dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras sebelum akhirnya berhasil ditepis secara gemilang oleh Bounou.
Van Hecke terus terlibat dalam momen-momen krusial di lini pertahanan Belanda. Setelah kepalanya terluka akibat benturan di area penalti, ia melakukan tekel keras yang menjatuhkan El Aynaoui sesaat sebelum babak pertama usai.
Menjelang akhir babak pertama, Saibari sedikit terlambat untuk menyambut umpan silang yang melintas di depan gawang Belanda. Bola yang bergulir cepat tersebut akhirnya hanya menghasilkan tendangan gawang.

Babak Kedua yang Menegangkan
Drama terus berlanjut pada babak kedua yang menyajikan jual beli serangan antar kedua tim. Situasi tampak berpihak kepada Belanda ketika pelatih Ronald Koeman memasukkan penyerang Wout Weghorst setelah jeda minum.
Weghorst memberikan dampak instan dengan menyundul bola panjang untuk membuka ruang bagi Summerville. Summerville kemudian mengirimkan umpan silang kepada Gakpo yang langsung menyambar bola untuk mencetak gol.
Belanda yang dikomandoi dengan sangat baik oleh rekan setim Gakpo di Liverpool, Virgil van Dijk, tampak akan memenangi laga. Namun, sundulan terlambat dari Diop membuyarkan kemenangan di depan mata dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
Maroko nyaris memecah kebuntuan ketika Soufiane Rahimi lolos dari jebakan offside pada menit ke-96. Sial bagi Maroko, peluang emas tersebut kembali digagalkan oleh penyelamatan luar biasa dari Verbruggen.
Belanda berhasil bertahan hingga babak adu penalti dimulai untuk menentukan pemenang. Meski penendang pertama Maroko, El Aynaoui, gagal karena membentur mistar, tim asal Afrika Utara itu bangkit dan memenangi pertandingan.[]
Sumber: AFP/Reuters/Al Jazeera.






