Asisten Artis Jadi Komisaris, Kursi Strategis Jadi Bancakan Kaum Elitis
Kabar mengejutkan kembali menghentak kesadaran publik ketika nama Mufli Budi Ananda tiba-tiba mencuat di pusaran perusahaan pelat merah. Lelaki muda yang selama ini lebih dikenal luas sebagai asisten pribadi selebritas Raffi Ahmad tersebut resmi diangkat menjadi Komisaris PT Krakatau Posco.
Keputusan ini memicu tanda tanya besar mengingat PT Krakatau Posco bukan sekadar entitas biasa, melainkan raksasa dalam industri baja terpadu. Perusahaan tersebut merupakan proyek patungan strategis antara BUMN kebanggaan kita, PT Krakatau Steel, dengan perusahaan raksasa POSCO asal Korea Selatan.
Kian menambah sorotan publik, sang bos besar, Raffi Ahmad, saat ini juga tengah menduduki posisi prestisius di lingkaran kekuasaan pemerintah pusat. Raffi adalah Utusan Khusus Presiden bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Tentu saja, benang merah kedekatan dan patronasi politik yang kental ini memicu reaksi kritis dari berbagai kalangan.
Belum usai keheranan masyarakat mencerna kabar tersebut, muncul pula nama Ginka Febriyanti Ginting yang menduduki posisi tak kalah mentereng.
Sosok yang diketahui sebagai Koordinator Nasional BISON, simpul relawan pendukung Prabowo-Gibran, ini ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail. Anak usaha PT Pertamina ini memegang kendali penuh atas urat nadi distribusi energi publik melalui pengelolaan jaringan SPBU ritel di seluruh penjuru negeri.
Tak ketinggalan, Novel Bamukmin yang selama ini dikenal cukup vokal di media televisi juga dikabarkan kebagian jatah dari skema distribusi kekuasaan yang dikritik banyak pihak ini. Ia diberikan kepercayaan untuk menduduki kursi Komisaris PT Hotel Indonesia Natour yang kini bernaung di bawah bendera holding Injourney Hospitality. Sebuah posisi yang jauh dari kapasitasnya.
Belum selesai. Daftar penunjukan ini semakin panjang dengan masuknya nama Ahmad Najmi Shahab yang rekam jejaknya sebatas tim kreatif, media sosial, dokumentasi, dan editing video di Rumah Besar Relawan Prabowo pada 2023. Secara mengejutkan, pemuda ini mendadak diangkat sebagai Komisaris PT Krakatau Semen Indonesia.
Publik semakin tercengang karena Najmi baru lulus sebagai sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Tama Jagakarsa pada 2021. Institusi pendidikan tersebut merupakan sebuah kampus yang ‘hanya’ terakreditasi baik di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Pesta Pora Elite

Rangkaian penunjukan yang terkesan serampangan ini sebenarnya hanyalah puncak gunung es dari fenomena rangkap jabatan yang kian mewabah. Sebelum daftar nama di atas mencuat, masyarakat sipil dan para pengamat sudah lebih dulu dibuat jengah oleh bermanuvernya jajaran pemerintah baru periode 2024-2029 ini.
Bagaimana tidak membuat publik tercengang, ada sekitar 40 wakil menteri yang secara berjamaah ditunjuk menjadi komisaris di berbagai BUMN. Praktik menumpuk jabatan ini seolah menjadi hal yang dinormalisasi tanpa ada secercah rasa risih dari para pemangku kebijakan.
Bukan hanya itu, deretan kepala badan pemerintah dan pejabat tinggi negara lainnya pun ikut-ikutan merangkap jabatan demi pundi-pundi tambahan. Mereka duduk manis di kursi komisaris sembari tetap memegang jabatan publik yang sehari-hari biaya operasionalnya ditanggung uang pajak rakyat.






