#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Seribu Hari Genosida di Gaza, Korban Gugur Lebih dari 73 Ribu Orang

Gaza (Suaraislam.id) – Kantor Media Pemerintah di Jalur Gaza melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat perang genosida yang telah berlangsung selama 1.000 hari melampaui 73.000 orang yang tercatat di rumah sakit.

Sementara itu, sekitar 9.500 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga berada di bawah reruntuhan atau di lokasi yang belum dapat dijangkau akibat serangan yang terus berlangsung.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (2/7), kantor media tersebut menyebut operasi militer Israel telah menggunakan lebih dari 223.000 ton bahan peledak, yang mengakibatkan kerusakan sangat luas di Jalur Gaza.

Menurut laporan itu, lebih dari 90 persen infrastruktur dan fasilitas penting di Gaza mengalami kerusakan akibat serangan yang menyasar kawasan permukiman maupun berbagai fasilitas vital.

Anak-anak dan perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban. Kantor Media Pemerintah mencatat lebih dari 21.500 anak dan 12.500 perempuan meninggal dunia selama perang berlangsung.

Selain itu, sekitar 2.700 keluarga dilaporkan lenyap seluruh anggotanya dari catatan sipil akibat serangan yang terjadi.

Laporan tersebut juga menggambarkan hampir lumpuhnya sektor kesehatan di Jalur Gaza. Sebanyak 38 rumah sakit tidak lagi dapat beroperasi karena mengalami kerusakan akibat pemboman atau penghancuran langsung.

Di sisi lain, sekitar 1.700 tenaga medis dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 173.000 orang mengalami luka-luka dan menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

Kantor Media Pemerintah juga menyebut sekitar 22.000 pasien tidak dapat keluar dari Jalur Gaza untuk memperoleh perawatan medis karena pembatasan yang masih diberlakukan.

Situasi tersebut diperburuk dengan merebaknya berbagai penyakit menular yang dilaporkan telah menyerang lebih dari 2,1 juta orang di tengah hampir dua juta warga yang mengungsi akibat perang.

Penutupan perbatasan yang berlangsung dalam waktu lama juga memperparah krisis pangan. Terhambatnya distribusi bantuan kemanusiaan membuat sekitar 650.000 anak berisiko mengalami kekurangan gizi.

Selain itu, lebih dari 58.800 anak kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka selama perang berlangsung.

Kerusakan juga melanda sektor pendidikan. Laporan tersebut menyebut seluruh sekolah di Jalur Gaza mengalami kerusakan, sementara lebih dari 620.000 siswa kehilangan akses terhadap pendidikan.

Di samping itu, lebih dari 20.000 pelajar dilaporkan meninggal dunia selama konflik berlangsung.

Kantor Media Pemerintah juga mencatat kerusakan pada lebih dari 410.000 unit rumah, ribuan kilometer jaringan listrik, serta 1.047 masjid.

Sektor pertanian pun mengalami penurunan hingga 87 persen, dengan total kerugian ekonomi langsung diperkirakan melebihi 80 miliar dolar AS.

Melihat kondisi tersebut, Kantor Media Pemerintah mendesak komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan berbagai organisasi internasional segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan operasi militer, membuka seluruh perbatasan, serta menjamin masuknya bantuan kemanusiaan dan bantuan medis tanpa hambatan.

Lembaga itu juga meminta agar pihak yang dianggap bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran selama perang dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum internasasional.

Selain itu, negara-negara Arab dan Islam didesak meningkatkan bantuan bagi masyarakat Gaza serta segera menyusun program rekonstruksi yang menyeluruh.

Kantor Media Pemerintah menegaskan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk dan memerlukan respons internasional yang segera. Menurut lembaga tersebut, berbagai kebijakan yang diterapkan selama perang tidak akan mampu menciptakan kondisi yang stabil dan berkelanjutan meskipun telah menimbulkan kerugian kemanusiaan dan material yang sangat besar.

sumber: infopalestina

Back to top button