Habib Rizieq: Jika Pemerintah Tidak Tegas, Aksi Sejuta Umat Anti-LGBT akan Digelar
Bandung (Suaraislam.id) – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menyatakan pihaknya tengah menggalang dukungan untuk mendorong lahirnya regulasi yang melarang perilaku LGBT di Indonesia. Ia menegaskan akan menempuh berbagai jalur konstitusional, mulai dari dialog dengan DPR dan pemerintah hingga penyampaian aspirasi secara resmi.
Namun, menurut Habib Rizieq, apabila berbagai upaya tersebut tidak mendapat respons dan tuntutan masyarakat tidak diakomodasi, bukan tidak mungkin akan digelar kembali aksi massa berskala besar sebagaimana gerakan Aksi Bela Islam beberapa tahun lalu.
“Doakan kami sedang melakukan gerakan untuk melawan LGBTQ ini. Kalau nanti kami sudah ke DPR, kalau nanti kami sudah kirim surat ke Presiden untuk dibuat satu regulasi perundang-undangan yang melarang LGBTQ, lalu cara-cara itu gagal, gagal dialog, gagal surat, gagal delegasi, gagal deklarasi, bukan tidak mungkin kita akan gelar kembali aksi sejuta umat untuk melawan LGBT,” kata Habib Rizieq di hadapan jamaah saat Tabligh Akbar di Masjid Raya Lembang, Kabupaten Bandung, Ahad (12/7/2026).
Pernyataan tersebut langsung disambut seruan dukungan dari peserta tabligh akbar. Habib Rizieq kemudian menanyakan kesiapan jamaah untuk mendukung gerakan tersebut apabila sewaktu-waktu diperlukan.
“Kalau nanti pemerintah tidak mau dengar, DPR tidak mau dengar, sementara LGBT semakin merajalela, saya mengundang umat Islam dari mana pun juga untuk turun kembali ke Jakarta menekan pemerintah dan DPR agar membuat Undang-Undang Anti-LGBT. Siap dukung atau tidak?” tanyanya yang dijawab serentak “siap” oleh jamaah dengan teriakan takbir.
Menurut Habib Rizieq, langkah penyampaian aspirasi melalui aksi massa merupakan bagian dari hak demokrasi warga negara ketika jalur-jalur komunikasi dengan pemerintah tidak membuahkan hasil.
Ia menegaskan bahwa perjuangan yang sedang dilakukan saat ini masih berada dalam koridor konstitusional melalui penyampaian aspirasi kepada lembaga negara.
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq juga mengingatkan kembali pengalaman gerakan massa pada Aksi 411 dan 212 yang menurutnya berhasil memperjuangkan tuntutan umat Islam pada saat itu.
“Saya masih ingat dulu kita turun di aksi 411, kita turun di aksi 212. Secara politik mungkin orang menganggap kita tidak mungkin menang. Tapi karena kita bersatu, karena kita bersama, Allah menolong kita,” ujarnya.
Habib Rizieq menyebut persatuan umat menjadi faktor penting dalam memperjuangkan berbagai aspirasi yang dianggap menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Ia pun mengajak jamaah untuk terus menjaga semangat persatuan dan mendukung berbagai upaya yang sedang dilakukan untuk mendorong lahirnya regulasi terkait LGBT.
“Kita harus terus berjuang sesuai kemampuan kita. Kita sampaikan aspirasi kepada pemerintah dan DPR agar negara memiliki aturan yang jelas. Jangan biarkan persoalan ini diabaikan,” katanya.
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq kembali menyerukan semangat perjuangan kepada para jamaah yang hadir dan mengajak mereka untuk terus mengawal berbagai agenda yang menurutnya berkaitan dengan perlindungan moral dan masa depan bangsa.
“Tetap bersatu, tetap berjuang, dan terus mengawal aspirasi umat melalui cara-cara yang konstitusional,” pungkasnya. []





