INTERNASIONAL

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani di Doha

Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani yang memimpin Qatar dari tahun 1995 hingga 2013 dimakamkan setelah melalui upacara pemakaman Islam yang sederhana.

Jakarta (Suaraislam.id) Father Emir Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, arsitek transformasi luar biasa Qatar menjadi negara modern yang sangat kaya dan berpengaruh global, telah dimakamkan di Doha setelah wafat pada usia 74 tahun.

Wafatnya Syekh Hamad diumumkan pada Ahad pagi (12/07/2026), lalu upacara pemakaman sederhananya diadakan setelah salat Magrib di Masjid Imam Muhammad ibn Abd al-Wahhab di ibu kota.

Para pelayat yang mengenakan pakaian tradisional Qatar berdiri dengan tangan bersedekap saat salat jenazah menghadap jasad Syekh Hamad yang terbungkus kain kafan. Setelah itu, anggota keluarga dekat termasuk putranya yang menjadi penerus takhta emir, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, menggendong jenazahnya keluar dari masjid untuk dimakamkan di Pemakaman Lusail di utara Doha.

Reporter Al Jazeera, Zein Basravi, melaporkan bahwa upacara tersebut berjalan dengan sangat bersahaja dan Syekh Hamad dimakamkan di liang kubur yang sederhana.

“Kesederhanaan ini sangat sesuai dengan tradisi Islam dan mencerminkan bagaimana kepribadian sang Father Emir selama hidupnya,” ujar Basravi. “Beliau tidak memedulikan kemewahan harta, tetapi fokus pada kesejahteraan rakyatnya.”

Selama masa pemerintahan Syekh Hamad dari tahun 1995 hingga 2013, produk domestik bruto (PDB) Qatar meningkat lebih dari 24 kali lipat. Hal ini terjadi karena fokusnya pada pengembangan sumber daya gas masif, sehingga pada tahun 2006 negara kecil ini menjadi eksportir gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) terbesar di dunia.

Pengaruh Global

Pengaruh politik Qatar saat ini telah membentang luas ke seluruh penjuru dunia. Negara ini sukses memainkan peran penting sebagai mediator dalam beberapa konflik, termasuk ketegangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada tahun 2022, Qatar juga berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia FIFA pria. Dalam upacara pembukaan turnamen sepak bola tersebut, Syekh Hamad menerima tepuk tangan meriah dari para penggemar yang hadir di stadion.

Masa kepemimpinannya turut menandai peluncuran Saluran Berita Al Jazeera pada tahun 1996. Dalam beberapa tahun saja, lembaga tersebut bertransformasi menjadi salah satu jaringan media paling berpengaruh di dunia.

Direktur Jenderal Al Jazeera Media Network, Syekh Nasser bin Faisal Al Thani, menyatakan bahwa sang mantan emir adalah sosok visioner di balik ide orisinal media ini. Ungkapan tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan resmi yang mengekspresikan rasa duka dan kesedihan yang mendalam.

“Beliau menanam benih pertama dari sebuah institusi yang tumbuh menjadi mercusuar kebenaran dan suara bagi kaum terpinggirkan di seluruh dunia,” kata Syekh Nasser.

“Dengan tekad yang tiada tanding, beliau mengubah lanskap media di kawasan ini karena percaya bahwa jurnalisme adalah misi sekaligus amanah suci, dan media bebas adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi.”

1 2Laman berikutnya
Back to top button