Abdul El-Sayed, Calon Senator Muslim Pertama AS yang Janji Setop Bantuan ke Israel
Michigan (Suaraislam.id) — Abdul El-Sayed, yang berumur 41 tahun, merupakan putra seorang imigran asal Mesir. Ia mewakili apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai faksi sayap kiri Partai Demokrat.
Sebelum pemilihan pendahuluan Senat, ia menyatakan dukungan terhadap penguatan sistem kesehatan publik dan pembubaran Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE).
Salah satu aspek yang dianggap paling kontroversial oleh masyarakat AS dari kampanyenya adalah sikapnya terhadap Israel. Ia secara terbuka menentang intervensi AS di Timur Tengah, termasuk bantuan senilai miliaran dolar yang diberikan Washington kepada Israel.
El-Sayed menyerukan penghentian bantuan militer AS kepada Israel tanpa syarat. Pencalonan dirinya memicu dukungan sekaligus penolakan dari komunitas Yahudi di Michigan.
El-Sayed sendiri telah membantah tuduhan antisemitisme yang ditujukan kepadanya. “Saya bersolidaritas dengan saudara-saudari Yahudi saya,” kata El-Sayed, Rabu (05/08).
“Kita bisa mengecam antisemitisme dan, pada saat yang sama, membicarakan cara mempersatukan orang-orang serta mengatasi penderitaan semua pihak,” tuturnya.
El-Sayed berhasil mengalahkan anggota Kongres dari Partai Demokrat yang dianggap moderat, Haley Stevens. Ia menang dengan selisih tipis dalam pemilihan pendahuluan, menurut proyeksi CBS News.
Dalam pemilihan itu, Stevens bukan cuma mendapat dukungan dari pimpinan Partai Demokrat. Komunitas American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) mengucurkan dana hampir US$32 juta (sekitar Rp572 miliar) untuk kampanye Stevens.
Kini El-Sayed akan menghadapi Mike Rogers, kandidat Senator dari Partai Republik, dalam pemilihan sela (midterm election) November mendatang.
Pencalonan El-Sayed menjadi Senator akan menjadi ujian bagi sayap kiri Partai Demokrat. El-Sayed mengadopsi beberapa gagasan kelompok tersebut selama masa kampanye.
“Uang keluar dari politik. Uang masuk ke kantong Anda. Layanan kesehatan universal,” adalah slogan kampanye El-Sayed.
Jika memenangkan pemilihan tersebut, El-Sayed akan menjadi Senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat.
Donald Trump menyatakan hasil pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan merupakan “kabar baik bagi Partai Republik.”
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyebut Partai Demokrat sebagai “Dim-crats.”






