Kopi Arabika Gayo Aceh Peringkat Kelima Kopi Terbaik Dunia versi TasteAtlas
JAKARTA (Suaraislam.id)— Kopi Gayo asal Aceh berhasil masuk ke dalam jajaran biji kopi terbaik di dunia versi TasteAtlas. Penilaian daftar Best Coffee Beans Types in the World ini disusun berdasarkan analisis ulasan audiens, penghargaan, rekomendasi lokal, hingga liputan media internasional.
Proses pemeringkatan tersebut melibatkan penilaian komprehensif terhadap kualitas cita rasa dan popularitas setiap jenis biji kopi di tingkat global per 16 September 2026.
Daftar Tujuh Biji Kopi Terbaik di Dunia
Berikut adalah daftar tujuh varietas biji kopi kualitas terbaik di dunia versi TasteAtlas:
1. Café de Colombia (Kolombia)
Café de Colombia diproduksi menggunakan berbagai varietas kopi dari spesies Arabika, seperti Caturra, Típica, Borbón, Maragogipe, Tabi, Colón, San Bernardo, dan Castillo.
Kopi ini dibudidayakan di kawasan perbukitan pegunungan Andes yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2011. Saat ini, Kolombia menyumbang sekitar 12 persen dari total produksi kopi dunia yang sebagian besar dikelola oleh petani lokal.
2. Arabica (Etiopia)
Arabika diyakini sebagai spesies kopi pertama di dunia yang kini menguasai sekitar 60 persen dari total produksi global.
Tanaman ini berasal dari dataran tinggi selatan Etiopia dan kini dibudidayakan di wilayah tropis basah dengan iklim konstan serta mendapat sinar matahari yang cukup. Saat ini terdapat sekitar 70 varietas kopi Arabika, dengan varietas Typica dan Bourbon sebagai yang paling populer.
3. Jamaican Blue Mountain Coffee (Jamaika)
Kopi Arabika spesial ini ditanam di kawasan pegunungan Blue Mountain, Jamaika bagian timur, pada ketinggian 900 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut.
Kondisi suhu dingin, kabut tebal yang konsisten, serta tanah vulkanik berkontribusi membentuk profil rasa yang khas. Produk ini diawasi ketat oleh Dewan Industri Kopi Jamaika, sehingga hanya kopi dari wilayah terproteksi yang boleh menggunakan label ini.
4. Robusta (Republik Demokratik Kongo)
Kopi Robusta memiliki karakteristik kadar keasaman tinggi, rasa pahit yang tegas, serta sentuhan aroma kayu dan kacang.
Biji kopi yang diidentifikasi secara ilmiah sebagai Coffea canephora ini pertama kali ditemukan di Kongo dan menjadi tanaman asli Afrika Tengah serta Barat. Robusta memiliki dua varietas utama, yaitu robusta dan nganda, yang menyumbang sekitar 30 persen dari total produksi kopi dunia.
5. Kopi Arabika Gayo (Indonesia)
Kopi Arabika Gayo dibudidayakan di kawasan dataran tinggi Gayo, Provinsi Aceh, yang meliputi wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Jenis kopi ini dikenal memiliki konsistensi rasa yang bersih, tingkat kekentalan (body) sedang hingga pekat, serta kadar keasaman yang rendah. Kopi Gayo juga kaya akan aroma herbal, tanah, dan rempah yang khas, serta telah mengantongi sertifikasi Indikasi Geografis (IG) dari pemerintah Indonesia.
6. Kafae Doi Chaang (Thailand)
Kafae Doi Chaang merupakan kopi organik varietas Arabika Caturra, Catimor, dan Catuai yang ditanam di perbukitan Gunung Doi Chaang, utara Thailand.
Kopi ini menawarkan keseimbangan rasa manis dan asam yang halus, diiringi aroma madu, bunga, serta sedikit sentuhan buah ceri. Biji kopi dipetik secara manual dengan tangan (hand-picked) dan diproses secara cermat untuk menghasilkan cita rasa yang kaya.
7. Huehuetenango Highland Coffee (Guatemala)
Biji kopi ini berasal dari spesies Coffea arabica yang ditanam di wilayah Huehuetenango, Guatemala, pada ketinggian mencapai 1.900 meter di atas permukaan laut.
Dibudidayakan di bawah naungan pohon-pohon rindang, kopi ini terdiri dari varietas Typica, Bourbon, dan Caturra. Biji kopi diproses melalui fermentasi ringan dalam waktu empat jam setelah dipetik, lalu dikeringkan dan dibalik secara manual menggunakan garpu kayu.[]
Sumber: Kompas.com





