Alhamdulillah, Kita Punya Idola Nabi Muhammad SAW
Perbedaan antara Barat dan Islam, di antaranya, adalah bahwa umat Islam memiliki sosok yang menjadi teladan utama, yaitu Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan manusia yang menjadi insan kamil dan teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Sementara itu, dalam pandangan penulis, masyarakat Barat tidak memiliki figur teladan yang sebanding dengan Nabi Muhammad SAW sehingga muncul berbagai tokoh fiksi seperti Superman, Batman, Spiderman, Wonder Woman, dan sejenisnya.
Ketiadaan idola yang menjadi teladan dalam kehidupan juga dinilai menyebabkan masyarakat Barat tidak memiliki pedoman hidup yang tetap dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Karena itu, menurut penulis, tidak mengherankan apabila di sejumlah negara Barat terdapat fenomena pergaulan bebas, termasuk hubungan seksual di luar pernikahan sejak usia muda. Selain itu, perilaku LGBT juga berkembang di sejumlah negara Barat. Fenomena lain yang disoroti adalah banyaknya panti jompo, yang menurut penulis berkaitan dengan berkurangnya penghormatan sebagian anak kepada orang tua yang telah lanjut usia.
Yang juga dianggap mengkhawatirkan adalah maraknya perzinahan. Fenomena tersebut, menurut penulis, terlihat dalam kehidupan nyata maupun dalam berbagai film yang diproduksi di Barat. Hubungan seksual tanpa pernikahan seolah-olah digambarkan sebagai sesuatu yang normal.
Mengapa hal tersebut terjadi? Menurut penulis, salah satu penyebabnya adalah Barat tidak memiliki ukuran perbuatan (miqyaasul a’maal) yang tetap. Perbuatan manusia dalam pandangan tersebut pada dasarnya didasarkan pada kepentingan atau manfaat. Sesuatu yang dianggap bermanfaat diambil, sedangkan sesuatu yang dianggap tidak bermanfaat ditinggalkan. Dengan kata lain, dasar pertimbangannya adalah hawa nafsu.
Menurut penulis, kondisi tersebut juga tercermin dalam persoalan Palestina. Israel dan Amerika Serikat disebut bekerja sama dalam tindakan yang oleh penulis disebut sebagai genosida di Gaza. Korban telah mencapai lebih dari 73 ribu orang, tetapi pihak-pihak tersebut dinilai tidak merasa bersalah. Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Trump juga disebut sebagai kedok untuk menutupi peranan Amerika Serikat dalam membantu pembunuhan ribuan Muslim Palestina. Hingga kini, menurut penulis, BoP hampir tidak berjalan sesuai rencana karena tidak mampu menghentikan agresi Israel terhadap Gaza. Lebih dari 60 persen wilayah Gaza juga disebut telah dikuasai Israel.
Penulis menilai Israel terus membunuh Muslim Palestina karena tidak memiliki panduan hidup yang melarang pembunuhan manusia secara sewenang-wenang. Kedengkian dan balas dendam yang disebut sebagai bagian dari hawa nafsu dinilai menguasai diri sehingga pembunuhan dalam jumlah besar tidak dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Korban pembunuhan, menurut penulis, bukan hanya anggota militer seperti Hamas, tetapi juga perempuan, anak-anak, petugas medis, wartawan, dan lainnya. Atas dasar itu, penulis menggunakan istilah keras terhadap Israel sebagai negara yang gemar membunuh.
Sebaliknya, kaum Muslim bersyukur karena memiliki idola dan teladan utama, yaitu Nabi Muhammad SAW. Keberadaan Rasulullah SAW sebagai teladan memberikan panduan bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Menurut penulis, dalam masyarakat Islam, perzinahan tidak semestinya berkembang luas karena Al-Qur’an dengan tegas melarangnya.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’: 32)
Allah SWT juga berfirman:
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ
“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali dera. Janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang mukmin.” (An-Nur: 2)
Allah SWT juga berfirman:
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain, tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat dosa.” (Al-Furqan: 68)
