#Gencatan SenjataINTERNASIONAL

Hari ke-322 Pelanggaran Gencatan Senjata Israel, Korban Gugur Bertambah Jadi 73.651 Orang

Gaza (Suaraislam.id) – Pasukan penjajah Israel terus melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza hingga hari ke-332. Pada saat yang sama, penghancuran rumah dan bangunan terus berlangsung di berbagai wilayah Gaza, sementara penderitaan kemanusiaan warga sipil dan pengungsi semakin parah.

Lima warga Palestina, termasuk dua anak, tewas dan sejumlah lainnya terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius, pada Minggu malam akibat serangkaian serangan udara Israel yang menyasar sebuah kendaraan dan warga Palestina di sejumlah wilayah Gaza.

Sumber lokal mengatakan anak bernama Saadi Ghalia, 7 tahun, tewas dan sejumlah warga lainnya terluka akibat serangan artileri Israel di sebelah timur Deir al-Balah, Gaza tengah.

Pemuda Hassan Saqallah juga meninggal akibat luka yang dideritanya setelah ditembak dari alat berat milik pasukan pendudukan Israel di dekat Stadion Palestina, sebelah barat Kota Gaza.

Seorang warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka, beberapa dalam kondisi serius, setelah pesawat Israel menyerang sekelompok warga di dekat Restoran al-Taboun, sebelah barat Kota Gaza.

Dua warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan, tewas dan enam lainnya terluka pada Minggu malam akibat serangan udara Israel yang menyasar sebuah kendaraan di dekat persimpangan Hamid, kawasan al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza.

Sumber lokal melaporkan bahwa Yusuf Akilah dan putrinya, seorang anak perempuan bernama Wafa, tewas dalam serangan tersebut. Enam warga lainnya terluka, beberapa dalam kondisi serius, setelah pesawat Israel menyerang kendaraan di kawasan al-Nasr.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan rumah sakit di wilayah tersebut menerima 17 korban luka dalam 24 jam terakhir. Sejumlah korban lainnya masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan karena tim ambulans dan pertahanan sipil tidak mampu menjangkau mereka.

Kementerian itu menyebut jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata pada 11 Oktober mencapai 1.344 orang. Sementara jumlah korban luka mencapai 4.481 orang dan jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan mencapai 826 orang.

Secara kumulatif, jumlah korban sejak dimulainya serangan Israel terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.651 orang tewas dan 174.592 orang terluka.

Pasukan pendudukan terus melakukan pelanggaran setiap hari terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada 10 Oktober 2025 melalui mediasi Arab dan Amerika Serikat di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir. Pada saat yang sama, blokade terhadap Gaza terus berlangsung dan semakin diperketat.

Pelanggaran tersebut meliputi serangan artileri, penembakan, penghancuran, dan perusakan bangunan. Serangkaian tindakan itu menyebabkan semakin banyak warga Palestina tewas dan terluka serta memperburuk penderitaan warga sipil dan pengungsi di wilayah yang masih menghadapi dampak perang yang menghancurkan.

Pada Sabtu, sejumlah warga sipil Palestina mengalami luka dengan tingkat berbeda akibat 15 pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata. Pelanggaran tersebut berupa serangan artileri dan penembakan dari pesawat, kapal perang, serta kendaraan militer Israel. Sebagian besar pelanggaran terjadi di Kota Gaza.

Pelanggaran tersebut terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 31 Juli 2026 mengumumkan tercapainya “kesepakatan baru” untuk memulai tahap kedua “peta jalan” bagi Gaza. Di lapangan, pelanggaran masih terus terjadi dan dampaknya terhadap warga sipil semakin besar.

Perkembangan di lapangan menunjukkan bahwa gencatan senjata masih sangat rapuh. Operasi militer Israel terus berlangsung dan mengubah gencatan senjata menjadi rangkaian pelanggaran yang terus-menerus. Warga sipil Palestina masih menghadapi serangan, kehancuran, dan blokade, sementara tim penyelamat tidak mampu menjangkau sejumlah korban yang terjebak di bawah reruntuhan. []

Back to top button