NASIONAL

Kritik Buku “Islam Ala Prabowo”, Habib Rizieq: Berislam Itu Ala Rasulullah, Bukan Ala Penguasa

Jakarta (Suaraislam.id) — Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menlontarkan kritik terhadap munculnya buku bertajuk “Islam Ala Prabowo”. Ia menegaskan bahwa Islam tidak boleh disandarkan kepada figur mana pun selain Rasulullah SAW.

Menurut Habib Rizieq, ajakan berislam dengan mengatasnamakan tokoh, pemimpin, atau penguasa merupakan penyimpangan dari prinsip dasar Islam yang menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai satu-satunya teladan sempurna (uswatun hasanah).

“Saya ingin ingatkan, yuk kita amalkan Islam ala Nabi, ala Rasulullah. Jangan berislam ala si fulan atau ala si anu. Berislam itu ala Rasulillah,” tegas Habib Rizieq dikutip Suara Islam, Sabtu (12/9/2026) melalui video ceramahnya di Masjid Nurul Muslim, Tangerang, Banten.

Ia menjelaskan bahwa alasan seorang Muslim wajib menjadikan Rasulullah sebagai acuan adalah karena Nabi Muhammad SAW memiliki sifat maksum, yakni terjaga dari dosa dan kesalahan dalam menyampaikan risalah Allah.

Sebaliknya, siapa pun selain Rasulullah tetap merupakan manusia biasa yang dapat benar maupun salah.

“Kalau kita berislam ala si fulan, si fulan bisa benar, bisa salah. Jangan-jangan lebih banyak salahnya. Tapi Nabi Muhammad pasti benar, mustahil salah, suci tanpa dosa, dan sempurna,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak umat untuk kembali kepada manhaj Rasulullah sebagai pedoman hidup, bukan kepada kultus individu. “Jangan berislam ala si A, si B, atau si C. Yang kita jadikan uswatun hasanah hanyalah Nabi Muhammad SAW,” katanya yang disambut takbir jamaah.

Dalam bagian lain ceramahnya, Habib Rizieq menyoroti fenomena sebagian tokoh agama yang dinilainya berlebihan dalam memuji pemimpin hingga menyamakan mereka dengan Nabi Muhammad SAW maupun para Khulafaur Rasyidin.

Ia menyebut praktik tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan. “Jangan puji penguasa sampai setinggi langit. Ada yang menyamakan penguasa dengan Nabi Muhammad, dengan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Itu kacau,” tegasnya.

Menurut Habib Rizieq, tidak ada pemimpin masa kini yang layak disejajarkan dengan para sahabat utama Rasulullah, apalagi dengan Nabi Muhammad SAW.

“Penguasa zaman sekarang tidak ada setitik pun yang bisa dibandingkan dengan Abu Bakar, Umar, Utsman, atau Ali. Apalagi dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Meski mengkritik pengkultusan penguasa, Habib Rizieq menegaskan bahwa Islam juga melarang fitnah terhadap pemerintah. Ia mengajak umat bersikap adil dengan memberikan apresiasi terhadap kebijakan yang bermanfaat sekaligus mengoreksi kebijakan yang keliru berdasarkan fakta.

“Mau memuji penguasa silakan, kalau programnya baik dan bermanfaat. Tapi mengkritik juga harus pada tempatnya, berdasarkan fakta. Jangan memfitnah pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, apabila terdapat kebijakan yang dinilai tidak benar, maka tugas umat adalah menyampaikan kritik secara santun serta meminta agar kebijakan tersebut diperbaiki atau dibatalkan melalui mekanisme yang benar.

“Kalau ada kesalahan pemerintah, kritik, minta diperbaiki. Itulah tugas dakwah dan amar makruf nahi mungkar,” pungkas Habib Rizieq. []

Back to top button