Kebebasan vs Kebahagiaan (2)
Ketika Tragedi WTC terjadi di Amerika
Bush berseru mereka bisa menghancurkan gedung-gedung kami, tapi tidak bisa menghancurkan kebebasan kami ya
Kebebasan dijadikan Tuhan di Barat sana
Sehingga penderitaan dimana-mana
Mabuk minuman keras jadi kebiasaan karena kebebasan
Berzina jadi budaya karena kebebasan
Membunuh jadi pemandangan sehari-hari karena kebebasan
Pakaian menampakkan aurat dimana-mana karena kebebasan
LGBT juga tumbuh merajelala
Kebohongan jadi kebiasaan mereka
Nasionalisme sekuler jadi prinsip mereka
Demokrasi sekuler jadi pedoman mereka
Kebebasan ternyata banyak merusak manusia
Kebebasan menyebabkan ego yang penting gua dan negara gua
Negara lain biarkan porak poranda
Yang penting negara gua aman dan tidak ada yang mengganggunya
Pertanyaan mendasarnya, apakah manusia mencari kebebasan di dunia
Tidak. Manusia mencari kebahagiaan bukan kebebasan ya
Kebebasan kadang membawa kebahagiaan, kadang menyengsarakan
Kebebasan kadang membawa bahagia, tapi sering juga bawa sengsara
Bagi pemuda, orang yang sudah menikah Bahagia
Bagi orang yang sudah menikah, pemuda lebih Bahagia, bebas kemana aja
Bagi kaum miskin si kaya bahagia
Bagi si kaya, miskin lebih bahagia, tidak capek menjaga harta
Begitulah bahagia saling memandang sebaliknya
Sehingga banyak filosof bingung mendefinisikan kebahagiaan ya
Hamka menyatakan Al-Qur’an memberikan kata kebahagiaan dengan sempurna
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah memperoleh kebahagiaan yang ya
Bahagia di atas bahagia
Ada kata qad, faza, fauzan dan adhiima
Dalam surat al Mukminuun 1-11 juga disebut ciri-ciri orang Bahagia
Yang pertama, orang yang khusyuk shalatnya
Kedua, orang yang meninggalkan perbuatan yang tidak berguna
Ketiga, orang yang menunaikan zakatnya
Keempat, orang yang menjaga farjinya (tidak berzina)
Ia berhubungan badan hanya dengan istri-istrinya
Kelima, orang yang menjaga amanat dan janji-janjinya
Mereka dijanjikan surga firdaus oleh Allah di akhirat nantinya
Begitulah Barat telah salah dalam mengambil prinsip hidupnya
Sehingga peradaban itu banyak menyengsarakan manusia
Mereka mengagungkan militer sebagai penjaga peradabannya
Jutaan orang akhirnya menjadi korbannya
Jepang ratusan ribu jadi korbannya
Indonesia ribuan orang juga
Iran ratusan ribu menderita
Irak jutaan orang sengsara
Afghanistan ratusan ribu orang korbannya
Palestina ratusan ribu orang menderita juga
Barat juga menyebabkan wanita sengsara
Para wanitanya terjerat mode dalam hidupnya
Materialisme atau penampakan fisik menjadi budaya
Akal dan akhlak mereka menjadi rusak karenanya
Pelacuran dimana-mana
Zina sudah menjadi budaya
Wanita dianggap hanya sebagai seonggok daging di sana
Dinikmati, setelah itu dilecehkannya






