NASIONAL

DDII dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Dakwah dan Pendidikan

Bogor (Suaraislam.id) — Hubungan dakwah Indonesia dan Malaysia membuka peluang baru di bidang pendidikan. Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) berpeluang mengirim kader terbaiknya untuk menempuh pendidikan tinggi di Malaysia melalui program beasiswa mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).

Kabar tersebut disampaikan Ketua Umum DDII, Ustaz Fathurrahman Mahfudz, saat memberikan sambutan dalam acara Stadium General Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Kota Bogor di Pondok Pesantren Riyadhul Huda, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/10/2026).

Di hadapan para kiai, ustaz, dan peserta kegiatan, Fathurrahman menceritakan bagaimana komunikasi dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menjadi pintu bagi terbukanya peluang kerja sama tersebut.

Ia mengungkapkan, saat melakukan kunjungan ke Dewan Dakwah Lampung pada Sabtu sebelumnya, dirinya mendapat telepon langsung dari Anwar Ibrahim. Dalam percakapan itu, Perdana Menteri Malaysia tersebut menanyakan perkembangan DDII dan kondisi gerakan dakwah yang dijalankan organisasi tersebut.

“Jadi jangan kita bayangkan hanya tokoh-tokoh nasional, tokoh-tokoh internasional itu pun begitu peduli dengan Dewan Dakwah, ingin tahu bagaimana perkembangan kita,” ujar Fathurrahman.

Menurut dia, perhatian Anwar Ibrahim terhadap DDII tidak terlepas dari hubungan historis dan kedekatan pemikiran dengan Mohammad Natsir, tokoh pendiri DDII yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan dakwah Islam di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Ustaz Fathurrahman Mahfudz saat memberikan sambutan di Ponpes Riyadhul Huda Bogor

Fathurrahman mengutip pengakuan Anwar yang menyebut dirinya sebagai anak didik Natsir. Kedekatan tersebut menjadi salah satu alasan Anwar ingin mengetahui lebih jauh perkembangan DDII saat ini.

“Bahkan Pak Anwar Ibrahim yang hari ini menjadi orang nomor satu di negara Malaysia itu pun menyampaikan bahwa saya ini adalah anak didiknya Pak Natsir,” katanya.

Dari komunikasi tersebut, Anwar kemudian meminta Fathurrahman datang ke Malaysia. Undangan itu berlanjut dengan pertemuan resmi di Kantor Perdana Menteri di Kuala Lumpur, yang menjadi momentum untuk membicarakan sejumlah program kerja sama, terutama dalam bidang pendidikan.

Salah satu hasil pembicaraan yang disampaikan Fathurrahman ialah peluang beasiswa bagi kader Dewan Dakwah untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Malaysia.

Bagi DDII, kesempatan ini memiliki arti lebih luas daripada sekadar mengirim mahasiswa untuk menempuh pendidikan di luar negeri. Akses pendidikan lintas negara berpotensi memperkuat kapasitas kader, memperluas wawasan keilmuan, serta membekali generasi dakwah dengan kompetensi profesional yang dibutuhkan masyarakat.

Kader dakwah yang memiliki latar belakang ilmu kesehatan, teknik, maupun bidang lainnya diharapkan dapat berkontribusi melalui keahlian masing-masing, sekaligus memperluas bentuk pengabdian kepada umat.

Meski demikian, penjajakan program beasiswa pendidikan tersebut masih harus ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait.

1 2Laman berikutnya
Back to top button