SUARA PEMBACA

Agar Gerakan Keluarga Berdoa Mujarab Atasi Corona

Wabah Corona menjebol tahun kedua. Semakin memakan banyak korban. Situasi pun begitu mencekam.

Rumah sakit penuh dengan pasien Corona. Rumah-rumah masyarakat pun jadi tempat untuk Isoman (isolasi mandiri). Suara sirine hilir mudik. Berita duka kematian akibat terpapar Corona pun bergulir di setiap harinya.

Innalilahi wa innailayhi rojiun. Suasana negeri tercinta ada dalam kepanikan yang luar biasa. Solusi yang selama ini diterapkan belum signifikan dirasakan hasilnya. Yang ada justru semakin memprihatinkan. Toh, solusi yang ditempuhnya memang tambal sulam.

Segala macam cara ala dunia disosialisasikan berharap wabah ini segera berpamitan. Sampai pada seruan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar yang mengirimkan surat resmi kepada kepala desa, pendamping desa dan warga desa untuk menggelar doa bersama.

Dalam surat resmi tersebut, Halim mengimbau agar seluruh pihak melakukan doa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Adapun doa ini dilakukan guna menyikapi kondisi melonjaknya angka COVID-19 di Indonesia (detiknews.com, /3/7/2021).

Program keluarga berdoa ini diharapkan bisa dipraktikkan secara rutin sebakda magrib. Waktu yang begitu baik untuk menengadahkan tangan kepada Sang Pencipta, mengetuk pintu langit-Nya.

Namun, akankah program  keluarga berdoa ini dirasa mujarab atasi garangnya penyebaran wabah Corona?Pastilah kita mesti memahami duduk perkara sebenarnya.

Doa adalah ibadah. Amalan ini jelas bukan amalan yang salah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: Dan Tuhan kamu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Ghafir [40]: 60).

Orang yang berdoa kepada Allah SWT tidak akan pernah sia-sia. Allah  Ta’ala akan mengabulkan setiap doa dari hamba-hambanya. Karena Allah SWT sangat dekat dengan kita. Dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sementara orang-orang yang tidak pernah berdoa kepada Allah Ta’ala adalah orang-orang yang sombong. Kelak mereka akan masuk neraka jahanam.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah [2]: 186).

Namun, tidak setiap orang yang doanya didengar oleh Allah swt. Melainkan hanya orang-orang yang dikehendaki-Nya saja. Dan orang-orang yang beriman kepada-Nya. Serta memenuhi segala perintah-Nya juga menjauhi segala larangan-Nya.

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Doa kalian akan dikabulkan selama tidak berdoa (1) dengan dosa (2) memutus kekerabatan (3) tergesa-gesa. Dia akan berkata “Aku sudah berdoa tapi tidak dikabulkan” akhirnya dia meninggalkan doa.” (HR Bukhari dalam Al Adab Al Mufrad

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button