NASIONAL

Apresiasi untuk Gerakan Tahsin Al Ghozy, Dari Tiga Orang Kini Satukan Ribuan Pecinta Al-Qur’an

Bogor (Suaraislam.id) – Penulis Metode Asy-Syafi’i, Ustaz Abu Ya’la Kurnaedi, mengapresiasi perkembangan pesat Komunitas Tahsin Al Ghozy (TAG) yang dinilainya menjadi bukti semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.

Berawal dari tiga orang pengajar, kini gerakan tersebut telah menghimpun 2.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia hingga luar negeri.

Ustaz Abu Ya’la memberikan ceramah dalam Kuliah Perdana Tahsin Al Ghozy (TAG) Angkatan ke-20 yang digelar di Masjid Ibn Khaldun Bogor, Kamis (6/8/2026). Acara tersebut dihadiri sekitar 1.400 peserta secara langsung dan 200 peserta secara daring (online).

Menurut Ustaz Abu Ya’la, fenomena semakin banyaknya masyarakat yang mempelajari Al-Qur’an merupakan pertanda kebaikan yang patut disyukuri.

“Alhamdulillah, sekarang semakin banyak orang yang belajar membaca dan menulis Al-Qur’an. Ini adalah tanda kebaikan, baik bagi orang yang belajar maupun yang mengajarkannya. Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.’ Ini menunjukkan masyarakat mulai menyadari pentingnya belajar dan mengajarkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia mengaku terkejut melihat antusiasme peserta yang memadati Masjid Ibn Khaldun. Menurutnya, perkembangan Tahsin Al Ghozy sangat luar biasa dan menjadi salah satu gerakan pembelajaran Al-Qur’an yang berkembang pesat.

“Masya Allah, saya masuk ke sini benar-benar kaget. Pesertanya begitu banyak. Ini menunjukkan perkembangan Tahsin Al Ghozy sangat pesat. Luar biasa,” katanya.

Baca juga: Menanam Adab dan Menebar Manfaat: Semangat Baru Tahsin Al Ghozy Angkatan 20

Ustaz Abu Ya’la mengungkapkan, dirinya sempat berbincang dengan pengurus TAG dan mengetahui bahwa komunitas tersebut berawal dari hanya tiga orang yang belajar bersama.

“Dari tiga orang, kemudian mereka mengajar pelan-pelan. Mungkin karena keikhlasan mereka, Allah memberikan keberkahan dan taufik sehingga berkembang sebesar ini. Awalnya berpindah dari satu masjid ke masjid lainnya, kemudian terus bertambah hingga sekarang mampu menghimpun ribuan peserta,” tuturnya.

Menurutnya, pemandangan ribuan muslimah dari berbagai usia yang antusias mempelajari Al-Qur’an menjadi fenomena yang sangat menggembirakan di tengah kondisi masyarakat yang sebagian mulai menjauh dari Al-Qur’an.

“Melihat ibu-ibu dari berbagai kalangan, bahkan yang sudah lanjut usia, tetap bersemangat belajar Al-Qur’an itu membuat hati senang. Ini fenomena yang sangat baik ketika sebagian masyarakat justru mulai kurang peduli terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Abu Ya’la menegaskan bahwa perubahan masyarakat harus dimulai dengan kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.

1 2Laman berikutnya
Back to top button