Aktivis Gaza Flotilla Alami Siksaan Fisik hingga Pemerkosaan Anal oleh Tentara Zionis
Jakarta (Suaraislam.id) – Penyelenggara armada bantuan menuju Gaza menyatakan bahwa para aktivis asing yang diculik zionis Israel di perairan internasional mengalami penyiksaan berat selama berada di tahanan, termasuk sedikitnya 15 laporan insiden kekerasan seksual hingga pemerkosaan.
Pihak penyelenggara Global Sumud Flotilla menambahkan dalam sebuah pernyataan resmi pada Jumat (22/05/2026) bahwa beberapa aktivis terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat menderita luka-luka, sehari setelah ratusan relawan dideportasi secara sepihak oleh Israel.
Pemerintah Jerman mengonfirmasi bahwa sejumlah warga negaranya yang berada di dalam armada tersebut mengalami luka-luka dan menegaskan bahwa tuduhan penyiksaan ini sangat serius.
Sementara itu, pihak kejaksaan Italia dilaporkan tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan tindak pidana penculikan, penyiksaan, dan kekerasan seksual yang menimpa para relawan.
“Kami sangat prihatin dengan laporan-laporan ini,” ujar juru bicara PBB Stephane Dujarric saat menanggapi bukti rekaman video penahanan yang diunggah oleh menteri ekstremis Israel.
Pasukan zionis Israel secara biadab menculik sekitar 430 relawan kemanusiaan di atas 50 kapal di perairan internasional pada Selasa (19/05/2026) demi menghentikan pengiriman bantuan logistik ke Jalur Gaza.
Pada Rabu (20/05/2026), Menteri Keamanan Nasional Israel yang beraliran sayap kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir, dengan angkuh merilis video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis asing di sebuah kapal pendarat Israel yang diubah paksa menjadi penjara darurat di Kota Ashdod.
Video tersebut memperlihatkan para korban penculikan dalam kondisi tangan terikat kabel dan dipaksa berlutut di bawah dentuman lagu kebangsaan Israel, yang seketika memicu tekanan internasional terhadap pemerintah zionis.
Dujarric menegaskan bahwa seluruh relawan yang masih ditahan harus segera dibebaskan, dikembalikan ke negara asal mereka, dan menuntut agar pihak-pihak zionis yang bertanggung jawab atas perlakuan keji tersebut segera diadili.
‘Ditelanjangi, Dihempaskan ke Tanah, Ditendang’
Pihak Global Sumud Flotilla menyatakan bahwa mereka telah mendokumentasikan setidaknya 15 kasus pelecehan seksual keji, dengan kondisi terburuk terjadi di dalam kapal yang dijadikan penjara apung darurat tersebut.
Para tahanan kemanusiaan dimasukkan ke dalam wadah kontainer besi, lalu dipukuli secara brutal pada bagian kepala serta tulang rusuk mereka.
Para relawan mengalami berbagai bentuk kekerasan seksual, mulai dari penggeledahan telanjang yang merendahkan martabat, ejekan seksual, pelecehan fisik pada alat kelamin, hingga tindakan pemerkosaan berulang kali.
“Setidaknya 12 kekerasan seksual telah didokumentasikan di atas kapal itu saja, termasuk pemerkosaan anal dan penetrasi paksa menggunakan senjata api,” tulis penyelenggara dalam pernyataan resminya.
Pihak penyelenggara menambahkan bahwa para korban juga ditembak menggunakan peluru karet dari jarak dekat hingga menyebabkan puluhan relawan mengalami patah tulang.
“Sementara mata dunia tertuju pada penderitaan para peserta kami, kami tidak bisa tidak menekankan bahwa ini hanyalah sekilas dari kebrutalan yang diberlakukan Israel setiap hari terhadap sandera Palestina,” tegas perwakilan penyelenggara.
Seorang ekonom asal Italia yang ikut ditahan, Luca Poggi, mengungkapkan kebiadaban militer zionis yang menelanjangi, menendang, menyetrum para relawan dengan taser, hingga menghalangi akses mereka terhadap bantuan hukum.






