Insomnia Mengancam? Coba Perbaiki Kualitas Tidur dengan Asupan Serat
Jakarta (Suaraislam.id) – Serat antara lain berperan dalam membantu pengaturan kadar lipida darah dan mendorong pergerakan usus yang teratur. Di samping itu, nutrisi ini juga berfungsi memicu pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.
Hasil studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi serat lebih banyak memiliki risiko gangguan tidur yang lebih rendah. Informasi tersebut berdasarkan tulisan dietisien Jullian Kubala, RD yang dipublikasikan oleh Health pada Selasa (7/7).
Menurut dia, pengaruh asupan serat pada kualitas tidur berkaitan erat dengan peran serat dalam memengaruhi kesehatan usus, neurotransmiter, dan kadar gula darah. Serat bekerja dengan cara memberi makan bakteri baik di usus besar yang menghasilkan asam lemak rantai pendek.
Baca juga: Enam Kebiasaan Baik Sebelum Tidur bagi Perempuan Usia 50 Tahun ke Atas
Selain berfungsi untuk melindungi dan menjaga kesehatan usus, asam lemak rantai pendek bisa mengurangi peradangan secara signifikan. Penurunan peradangan ini berdampak positif pada kebugaran tubuh.
Tingkat peradangan yang tinggi dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk kualitas tidur yang buruk. Kondisi ini juga dapat memicu gangguan tidur akut seperti insomnia.
Kubala dalam tulisannya juga menyebutkan bahwa serat dapat memengaruhi produksi neurotransmiter yang terlibat dalam pengaturan tidur seperti serotonin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan serat yang lebih tinggi dapat meningkatkan produksi serotonin tersebut.
Serotonin adalah prekursor melatonin, yaitu hormon yang bertugas mengatur siklus tidur dan bangun manusia. Karena sekitar 90 persen serotonin diproduksi di usus, sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dengan mengonsumsi banyak serat.
Selain itu, Kubala menyampaikan bahwa menambahkan lebih banyak serat ke dalam diet bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Langkah ini sekaligus meningkatkan manajemen gula darah secara keseluruhan.
Gula darah yang tidak terkontrol dapat berdampak signifikan pada kualitas tidur seseorang. Fluktuasi kadarnya dapat meningkatkan frekuensi terbangun pada malam hari dan mengurangi kualitas tidur secara keseluruhan.
Serat bekerja memperlambat proses pencernaan yang secara otomatis memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Proses alami ini efektif mengurangi lonjakan dan penurunan cepat kadar gula dalam darah.
Kebutuhan serat harian tubuh sangat dipengaruhi oleh faktor usia dan jenis kelamin. Semakin dewasa umur seseorang, maka semakin besar pula kebutuhan serat yang diperlukan tubuh.
Sebagai gambaran, Institut Kedokteran Amerika Serikat merekomendasikan asupan serat harian 14 gram untuk anak usia 1–3 tahun. Sementara itu, anak perempuan dan lelaki usia 4–8 tahun masing-masing membutuhkan 16,8 gram dan 19,6 gram.






