#Bebaskan PalestinaINTERNASIONAL

Aktivis Gaza Flotilla Alami Siksaan Fisik hingga Pemerkosaan Anal oleh Tentara Zionis

Aktivis Italia lainnya, Ilaria Mancosu, menceritakan bahwa mereka disekap selama dua hari di kapal penjara tanpa air bersih, tanpa selimut, dan dipaksa menggunakan kardus serta plastik untuk menghangatkan diri di malam hari dalam kondisi pakaian yang telah dlucuti.

Kejaksaan Roma kini tengah menyelidiki kasus penculikan, penyiksaan, serta kekerasan seksual ini dan akan segera mengumpulkan kesaksian dari para aktivis yang telah berhasil kembali ke Italia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman menegaskan bahwa keselamatan warga negaranya adalah prioritas mutlak dan mereka menuntut penjelasan penuh dari Israel atas tuduhan serius ini.

Sabrina Charik yang membantu pemulangan 37 warga negara Prancis menyatakan bahwa lima delegasi Prancis harus dirawat di rumah sakit Turkiye akibat menderita patah tulang rusuk serta cedera tulang belakang yang parah akibat siksaan zionis.

Seorang warga negara Prancis, Adrien Jouen, juga menunjukkan bukti-bukti luka memar yang sangat parah di seluruh bagian punggung dan lengan bawahnya melalui media sosial.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengonfirmasi bahwa empat dari 44 anggota delegasi asal Spanyol harus langsung menerima perawatan medis intensif setibanya mereka di Madrid dan Barcelona.

Rekam Jejak Penculikan Brutal Zionis

Pihak otoritas penjara Israel secara sepihak membantah seluruh tuduhan penyiksaan tersebut dan mengklaim bahwa penahanan telah dilakukan sesuai dengan prosedur hukum.

“Tuduhan yang diajukan adalah palsu dan sama sekali tanpa dasar faktual,” klaim juru bicara layanan penjara Israel dalam pernyataan sepihaknya.

Gerakan armada bantuan kemanusiaan laut ini sendiri pertama kali muncul pada tahun 2006 saat perang Israel di Lebanon, dan semakin diperluas setelah zionis memberlakukan blokade zalim total di Gaza sejak tahun 2007.

Pada tahun 2008, dua kapal dari Free Gaza Movement menjadi armada pertama yang berhasil menembus blokade laut zionis dan mencapai pesisir Jalur Gaza.

Namun pada tahun 2010, pasukan komando zionis Israel menyerang kapal Turki Mavi Marmara secara brutal hingga menewaskan 10 aktivis kemanusiaan dan melukai puluhan lainnya.

Sejak tragedi berdarah tersebut, militer zionis Israel tercatat selalu mencegat hampir setiap armada kemanusiaan internasional yang mencoba bergerak di wilayah perairan internasional.

Pihak penyelenggara menyatakan bahwa tuduhan palsu mengenai keterkaitan relawan dengan Hamas sengaja digunakan oleh Israel sebagai propaganda demi membenarkan tindakan brutal mereka di mata internasional.

Oleh: Staf Al Jazeera dan Reuters.

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button