Aktivis Global Sumud Flotilla dari AS Alami Penyiksaan Psikologis oleh Israel
David Adler mengatakan para aktivis Sumud Flotilla ‘diculik, dilucuti, diikat, ditutup matanya,’ dan dikirim ke kamp penjara.
“Jika ada bagian dari Taurat yang masih saya ingat, itu adalah kewajiban ini: ‘Keadilan, keadilan harus kau tegakkan.’ Bagaimana mungkin kami berdiam diri sementara Negara Israel menyelewengkan kewajiban suci ini, menyaksikan holocaust terhadap rakyat Palestina?” tulisnya.
“Saya bergabung dalam armada ini, seperti delegasi lainnya, untuk membela kemanusiaan sebelum semuanya terlambat. Tapi pada Hari Raya Yom Kippur, saya juga diingatkan bahwa saya di sini karena warisan Yahudi saya menuntutnya.”
Utusan Trump Malah Ejek Adler
Menurut Adler, pejabat AS tidak memberikan bantuan konsuler kepada dirinya maupun warga Amerika lain yang dipenjara oleh Israel.
“Konsul Jenderal AS berkata, ‘Kami bukan pengasuh kalian. Kalian tidak punya makanan, air, uang, telepon, atau pesawat,’” ujarnya. “‘Kami akan langsung membawa kalian ke bandara, dan setelah itu kalian urus sendiri.’”
Bahkan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, malah mengecam Adler secara pribadi, menyebutnya sebagai “alat Hamas yang egois.”
Huckabee juga mengulangi tuduhan Israel bahwa armada tersebut “didanai oleh Hamas.”
Sementara itu, para pendukung hak-hak Palestina dan banyak warga Gaza menyambut armada itu, menyebutnya sebagai bukti bahwa individu dapat bertindak langsung untuk membantu rakyat Gaza, meskipun mereka gagal mencapai pantai wilayah tersebut.
Dalam pesannya, Adler mengatakan perlakuan buruk terhadap para aktivis mencerminkan betapa ‘liarnya’ negara Israel, yang kini benar-benar mengabaikan hukum kemanusiaan internasional.
“Saya sangat sadar bahwa semua yang saya alami ini tidak seberapa dibandingkan penderitaan yang dialami warga Palestina setiap hari,” katanya.[]
sumber: Al Jazeera






