Ancaman Senyap HPV pada Pria
Selain faktor tersebut, pola transmisi menunjukkan kecenderungan di mana perempuan memiliki persentase yang signifikan dalam menularkan virus ini kepada pasangannya.
“Karena ternyata perempuan lebih sering menginfeksi laki-laki, lihat angkanya 12,3 persen. Laki-laki merasa tidak apa-apa karena infeksinya biasanya transien. Tetapi kalau HPV yang datang ke kulit itu tipe yang risiko tinggi, infeksinya bisa persisten, makin lama akan semakin berat,” imbuh dia.
Kurangnya literasi kesehatan menjadi penghambat utama karena masih kuatnya stigma bahwa ancaman HPV hanya relevan bagi kaum perempuan saja.
Hanny mendorong adanya pergeseran paradigma dari tindakan pengobatan menuju langkah preventif melalui penguatan edukasi serta pelaksanaan program imunisasi secara masif.
Vaksinasi HPV dipandang sebagai solusi strategis untuk membangun benteng perlindungan jangka panjang guna memutus rantai penyebaran penyakit sejak fase dini.
“Tidak ada metode screening untuk laki-laki, kalau pada perempuan kan harus pap smear dulu. Jadi ini suatu nilai tambah untuk laki-laki yang akan mendapatkan vaksinasi HPV. Cakupan vaksin yang tinggi ini akan mengurangi infeksi HPV dan lesi prakanker tadi,” ujar dia.[]
Sumber: ANTARA






