Ini Lima Tanda Anda Sedang Berada dalam ‘Survival Mode’
Jakarta (Suaraislam.id) — Ketika menghadapi masa-masa sulit terkait masalah pribadi maupun pekerjaan, seseorang tanpa disadari sering berada dalam mode bertahan hidup (survival mode).
Seseorang yang berada dalam survival mode kerap terlihat baik-baik saja dari luar, padahal batinnya sedang berada di bawah tekanan hebat.
Menurut siaran Real Simple, Kamis (27/8), kondisi ini membuat seseorang menjalani hari-hari secara memaksakan diri, mengabaikan hal lain, dan fokus bertahan tanpa menambah tingkat stres.
Berikut adalah tanda-tanda seseorang sedang memasuki mode bertahan hidup.
1. Pelupa
Pekerja sosial klinis berlisensi sekaligus pendiri Temperance Psychotherapy, Nicole Ivelevitch, LCSW, menyatakan bahwa menjadi pelupa adalah salah satu tanda utama otak yang mengalami kelelahan.
Gejala umum yang sering terjadi adalah lupa alur cerita yang ingin disampaikan atau lupa tempat meletakkan barang.
“Karena otak Anda fokus pada pemantauan potensi ancaman dan tuntutan, otak akan menghabiskan lebih sedikit energi untuk memori kerja, perhatian, perencanaan, dan fungsi eksekutif,” kata Ivelevitch.
2. Sering Terbangun Dini Hari
Dokter spesialis gawat darurat dan ahli pemulihan kelelahan kerja di Physician Wellness Solutions, Archana Shrestha, MD, menyampaikan bahwa sering terbangun di tengah malam dan sulit tidur kembali bukanlah hal yang normal.
Kondisi ini menandakan bahwa meskipun fisik beristirahat, pikiran di dalam kepala tidak berhenti bekerja sehingga memicu rasa cemas berlebih saat terbangun.
“Semua itu terasa seperti ancaman dan mengaktifkan sistem saraf simpatik Anda,” terang Shrestha.
3. Mudah Tersinggung
Ivelevitch menambahkan bahwa kelelahan kerja (burnout) dapat merusak keteraturan sistem saraf sehingga membuat seseorang menjadi jauh lebih sensitif dan mudah marah.
Kondisi ini disebabkan oleh amigdala yang menjadi lebih reaktif, sementara fungsi korteks prefrontal justru menurun. Gangguan kecil yang sebelumnya biasa saja kini dapat memicu emosi emosional yang tinggi.
“Pada dasarnya, alih-alih naik dari nol ke lima, Anda mungkin sudah berada di angka enam, sehingga ketidaknyamanan kecil akan membuat Anda mencapai angka sepuluh,” ujar Ivelevitch.






