INTERNASIONAL

Anggota DPR AS Minta Bekas Presiden Afghanistan Kembalikan Uang Rp2,4 Triliun

Washington (SI Online) – Anggota Komite Pengawas DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik meminta jaksa agung menyelidiki adanya laporan jika bekas Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri dengan membawa uang bantuan dari AS.

Dalam surat kepada Jaksa Agung AS Merrick Garland dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken, anggota Partai Republik dari Komite Pengawasan dan Reformasi DPR dan Sub-komite Keamanan Nasional AS mendesak pemerintahan Presiden Joe Biden melakukan “segala daya untuk menyita dana yang diperoleh secara tidak sah yang dikorupsi dan digelapkan oleh Presiden Ghani.”

Anggota DPR dari Partai Republik James Comer (Kentucky) dan Glenn Grothman (Wisconsin) merujuk pada laporan BBC, mengutip duta besar Afghanistan untuk Tajikistan, yang mengatakan, “Ghani melarikan diri (dari Kabul) dengan tas penuh USD169 juta (Rp2,4 triliun) karena kota itu diserbu pejuang Taliban yang terus maju.”

Meminta Departemen Luar Negeri AS dan Kehakiman AS untuk mengkonfirmasi apakah Ghani memang melarikan diri “dengan tas ransel berisi uang tunai.”

Baca juga:

Para anggota parlemen AS itu menuntut untuk mengetahui apa yang akan dilakukan pemerintah AS untuk merebut uang yang diambil secara tidak sah itu dan membawa Ghani ke pengadilan jika laporan tersebut terbukti benar.

“Jika benar, ini bukanlah jalan keluar yang bermartabat dari seorang kepala negara yang baik hati, melainkan seorang pengecut dan penipu. Amerika Serikat harus melakukan segala dayanya untuk menyita dana yang diperoleh secara tidak sah yang digelapkan secara korup oleh Presiden Ghani,” ungkap pernyataan kedua anggota DPR AS dari Republik tersebut.

Anggota parlemen menegaskan, memecahkan misteri itu sangat penting karena tindakan Ghani “kemungkinan” mempercepat pengambilalihan Taliban atas negara itu, yang mengakibatkan upaya kacau oleh AS dan sekutunya untuk mengevakuasi warga Amerika dan warga Afghanistan yang terdampar.

Desas-desus bahwa Ghani melarikan diri dari Kabul dengan menggondol uang pajak rakyat Amerika itu mulai beredar segera setelah jatuhnya kota itu.

Hanya beberapa hari setelah dikuasai Taliban, juru bicara Kedutaan Besar Rusia di Kabul mengatakan Presiden Afghanistan Ghani yang didukung Barat terpaksa meninggalkan sebagian uangnya tergeletak di landasan karena tidak muat di helikopter.

Ghani yang muncul kembali di Uni Emirat Arab (UEA) kemudian menolak tuduhan itu, menyebut tuduhan itu “sama sekali tidak berdasar.” [sindonews.com]

Artikel Terkait

Back to top button