#Bebaskan PalestinaRESONANSI

Bagaimana David Ben-Gurion Salah Memahami Palestina pada 1948?

Persoalan Palestina tidak pernah hilang meskipun Israel telah melakukan upaya terbaik dan kekerasan terburuknya.

Lebih dari 72.000 warga Palestina telah dibantai, lebih dari 170.000 terluka, dan 1,9 juta orang terpaksa mengungsi.

Sebagian besar infrastruktur dan rumah-rumah warga dilaporkan telah rusak parah atau hancur total.

Apa hasil akhir dari semua kehancuran ini?

Ketika seorang anak Palestina lahir hari ini di sebuah tenda pengungsian dan tumbuh tanpa sebagian besar keluarganya, tanpa sekolah, taman bermain, layanan kesehatan yang layak, atau rumah, ia tidak memerlukan narasi sejarah yang rumit untuk memahami siapa yang bertanggung jawab dan apa yang harus dilakukan demi mencapai keadilan.

Namun, dampak menghancurkan diri sendiri dari brutalitas Israel tidak terbatas pada wilayah Palestina saja.

Genosida yang dilakukan Israel justru menjadi bumerang yang merugikan mereka dalam skala global.

Hal itu membuat perjuangan Palestina berkembang melampaui batas isu marginal sayap kiri menjadi isu yang semakin menarik perhatian berbagai spektrum politik di Barat maupun di belahan dunia lainnya.

Para aktivis dan warga biasa dengan berbagai pandangan politik kini berdiri bersama dalam solidaritas terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Banyak di antara mereka yang berani melakukannya meskipun harus menghadapi hukuman, penangkapan, dan tuntutan hukum karena mendukung hak-hak Palestina.

Perjuangan Palestina juga telah menjadi faktor penting dalam pemilihan lokal di banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, di mana dukungan terhadap pendudukan dan genosida Israel dapat membuat kandidat kehilangan kemenangan elektoral.

Akibatnya, isu Palestina berkembang melampaui konflik regional menjadi pertanyaan moral yang menentukan bagi masyarakat di seluruh dunia.

Hal ini membuat pendudukan Israel terkunci dalam konfrontasi permanen dengan sesuatu yang tidak dapat dikalahkan, yaitu ingatan.

Semakin keras upaya untuk menghapus perjuangan Palestina, maka semakin kuat pula ia terukir dalam kesadaran rakyat Palestina dan dunia.

Seandainya masih hidup hari ini, Ben-Gurion mungkin akan sangat kecewa mengetahui bahwa Zionisme justru memastikan kekalahannya sendiri pada saat mereka memulai tragedi Nakba.[]

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button