Bahkan dalam Kematian, Rakyat Palestina Masih Dirampas Martabatnya
Penodaan, penggalian, mutilasi, penahanan jenazah, dan legalisasi seluruh praktik ini memiliki satu tujuan: menghapus ingatan, merampas hak berkabung, dan menghancurkan martabat. Ini bukan sekadar kekerasan fisik—ini adalah kekerasan simbolik yang dirancang untuk menghina, menghukum, dan mematahkan.
Dan dunia?
Dunia nyaris tidak berkata apa-apa.
Kejahatan terhadap jenazah Palestina ini tidak mendapatkan sepersekian perhatian yang diberikan pada pemakaman tawanan Israel. Media Barat menyajikan kisah-kisah yang mengharukan, foto-foto penuh empati, dan liputan resmi yang panjang. Sementara itu, keluarga Palestina yang menemukan makam orang tuanya hancur dan tulangnya berserakan bahkan tidak dianggap layak diberitakan.
Tidak ada liputan tentang ibu yang mengais tanah untuk mencari sisa anaknya. Tidak ada simpati global. Tidak ada kemarahan moral.
Kita telah menyaksikan hampir semua bentuk kejahatan yang bisa dibayangkan. Namun yang membuat semuanya jauh lebih keji adalah keheningan dunia internasional—keheningan yang memberi lampu hijau bagi kekerasan berikutnya.
Sungguh ironis, dan memalukan, bahwa rakyat Palestina masih harus mengingatkan dunia tentang satu prinsip paling dasar: makam adalah ruang suci, dilindungi hukum internasional—termasuk makam Palestina. []
Amal Abu Seif, Penulis dan peneliti Palestina dari Gaza.
Sumber: Al Jazeera






