Buka Rakernas Mushida, Ketum Hidayatullah Tekankan Pentingnya Daya Tahan Bangsa
Guna mencapai target tersebut, Naspi menyebutkan tiga pilar utama yang harus dikembangkan dalam tubuh Muslimat Hidayatullah, yaitu perubahan pola pikir (mindset) yang kritis, optimalisasi proses melalui eksperimentasi dan iterasi, serta perumusan strategi yang adaptif.
“Pola pikir yang berani mengambil risiko harus diimbangi dengan manajemen perubahan dan budaya organisasi yang terbuka terhadap kolaborasi,” katanya.
Naspi menyampaikan, Hidayatullah telah memvalidasi perjalanannya melalui berbagai inovasi tepat guna. Hal ini terlihat dari pemilihan format pesantren ala perkampungan Islam sejak masa awal hingga transformasi besar pada tahun 2000, saat organisasi ini beralih dari format Organisasi Sosial (Orsos) menjadi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
KH Naspi Arsyad menutup sambutannya dengan harapan agar Rakernas ini menjadi momentum penguatan peran Muslimat Hidayatullah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.[]






