GERAKAN ISLAM

Pererat Ukhuwah, PP Muhammadiyah dan Tokoh Sabah Gagas Kerja Sama Pendidikan

Jakarta (Suaraislam.id) – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan tokoh masyarakat Sabah, Malaysia, Salleh Tun Said Keruak, di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus bertukar pandangan mengenai penguatan hubungan antara Muhammadiyah dan masyarakat Muslim di Sabah, khususnya di bidang dakwah dan pendidikan.

Kunjungan itu diterima langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas, bersama Sekretaris PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin.

Anwar Abbas menyambut baik kunjungan Salleh Tun Said Keruak sebagai bagian dari upaya mempererat ukhuwah Islamiyah antara Muhammadiyah dan masyarakat Muslim di Sabah.

Menurutnya, hubungan yang dibangun atas dasar persaudaraan sesama umat Islam perlu terus dipelihara melalui komunikasi, dakwah, pendidikan, serta berbagai kegiatan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

“Muhammadiyah menyambut baik silaturahmi ini. Hubungan yang terjalin atas dasar persaudaraan sesama umat Islam perlu terus diperkuat melalui dakwah, pendidikan, dan berbagai kegiatan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Kami terbuka untuk saling bertukar pengalaman dan mempererat komunikasi dengan saudara-saudara Muslim di Sabah,” ujar Anwar pada Selasa (21/7/2026), dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Anwar menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen untuk mengembangkan dakwah Islam yang moderat dan berkemajuan.

Dalam memahami ajaran Islam, Muhammadiyah menghormati seluruh mazhab fikih yang muktabar, namun tidak mengikatkan diri pada satu mazhab tertentu.

“Muhammadiyah menghormati seluruh mazhab yang muktabar, tetapi tidak mengikatkan diri pada satu mazhab tertentu. Kami menggunakan metode tarjih dengan memilih pendapat yang memiliki landasan Al-Qur’an dan Sunnah yang dipandang paling kuat,” jelasnya.

Ia mencontohkan persoalan qunut Subuh sebagai salah satu perbedaan pandangan fikih yang disikapi secara bijaksana oleh Muhammadiyah.

“Dalam persoalan seperti qunut Subuh, Muhammadiyah memiliki pandangan berdasarkan hasil tarjih, namun tetap menghormati saudara-saudara yang mengamalkan pendapat berbeda. Perbedaan fikih tidak boleh menjadi alasan untuk memecah ukhuwah Islamiyah,” tegas Anwar.

Menurutnya, hubungan antara Muhammadiyah dan masyarakat Muslim di Sabah memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui komunikasi yang berkelanjutan, pertukaran pengalaman, serta kolaborasi di bidang dakwah dan pendidikan.

1 2Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button