Bukan ‘Maf‘ul’ tapi ‘Fā‘il’: Pemimpin Perubahan dalam Dakwah
Renungan Akhir
Seandainya hidup ini pertandingan, maukah engkau hanya menonton dari tribun sementara kemenangan menunggu mereka yang terjun ke lapangan? Menjadi fā‘il berarti mengambil peran sebelum diminta, menggerakkan dakwah sebelum diarahkan. Menjadi maf‘ul berarti puas melihat pergerakan tanpa pernah berkontribusi di dalamnya.
Maka bergeraklah, karena dakwah bukan tentang banyaknya jamaah yang hadir, tapi seberapa banyak jiwa yang bangkit menjadi penggerak.
Penutup
Mari tegakkan niat dan gerak lillāh. Jadilah pelaku perubahan yang hidup dengan semangat dan arah, bukan sekadar penumpang sejarah. Karena seperti ditegaskan para ulama pergerakan—jalan dakwah adalah jalan para fā‘ilīn, bukan para penonton.
“Diam membunuh semangat, tapi gerak menyalakan kehidupan.” (Ibnul Qayyim, Madarijus Sālikīn)
Muhammad Fitriato, S.Pd.Gr.,Lc., M.A., M.Pd., Pegiat Literasi dan Aktivis Dakwah Islam.






