NASIONAL

DDII Gelar Haflah dan Silaturahmi Idulfitri, Ketua Pembina: Sarana Tazkiyatun Nufus

Jakarta (SI Online) – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menggelar Haflah dan Silaturahmi Idulfitri 1447H/2026 M pada Sabtu, 18 April 2026 atau 1 Dzulqaidah 1447 H.

Acara yang dilaksanakan di Aula Lantai 2 Masjid Al Furqan, Gedung DDII Jl. Kramat Raya No. 45, Senen, Jakarta Pusat itu dihadiri sekitar lima ratus peserta dari unsur pengurus pusat DDII dan utusan dari pengurus wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Selain itu hadir pula sejumlah tokoh dan perwakilan dari organisasi Islam seperti Ustaz Fadlan Garamatan, Ustaz Ahmad Syaikhu, dan tokoh-tokoh muslimah.

Sosok senior DDII yang hadir di antaranya KH A. Cholil Ridwan, KH Didin Hafiduddin dan KH Abdul Wahid Alwi. Hadir juga seorang dai DDII yang bertugas di Timor Leste, yakni Ustaz Muhammad Ar Rois, yang ditugaskan oleh Allahyarham Mohammad Natsir sejak 1981 silam.

Dari unsur pejabat negara hadir Menko Hukum, HAM dan IMIPAS Yusril Ihza Mahendra, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.

Ketua Pembina DDII KH Didin Hafiduddin dalam sambutannya menegaskan, haflah dan silaturahmi yang dilakukan DDII bukanlah sekadar melakukan tradisi tetapi merupakan momentum yang memiliki beberapa tujuan.

Di antara tujuan dilakukannya haflah dan silaturahmi, lanjut Kiai Didin, adalah sebagai sarana untuk penyucian jiwa (tazkiyatun nufus).

Baca juga: KH Didin Hafidhuddin Dianugerahi Guru Besar Emeritus oleh UIKA Bogor

“Melalui kegiatan ini kita hilangkan hasad dan dengki. Kita saling memaafkan, mendoakan dan menasihati,” ungkap Guru Besar Emeretus UIKA Bogor itu.

Tujuan lainnya, adalah untuk melakukan penguatan jamaah dakwah dan rebuilding serta positioning dakwah Islamiyah.

Dengan haflah dan silaturahim Kiai Didin berharap ukhuwah Islamiyah akan semakin kokoh dan semakin dihayati agar persatuan dan kesatuan umat semakin kuat dan solid.

Baca juga: Dukung 3 April Jadi Hari NKRI, Kiai Didin Tegaskan Peran Umat Islam dalam Sejarah Bangsa

Menarik, sambutan singkat yang disampaikan oleh Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi Ansharullah. Secara terbuka Mahyeldi menyatakan dukungannya atas gagasan DDII agar tanggal 3 April ditetapkan sebagai Hari NKRI dan Mohammad Natsir sebagai Bapak NKRI. Alasannya, jika tidak ada mosi integral yang disampaikan Mohammad Natsir, tentu tidak ada NKRI pada hari ini.

Selain itu, Buya Mahyeldi juga menyinggung jasa besar pendiri DDII lainnya, Syafruddin Prawiranegara. Syafruddin adalah Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berpusat di Sumatera Barat.

“Beliau adalah penyambung nyawa dan penyelamat NKRI melalui PDRI. Kalau tidak ada PDRI, tidak ada NKRI,” kata Buya Mahyeldi. []

red: shodiq ramadhan

Back to top button