#Ramadhan 1447 HINTERNASIONAL

Di Jerman, Kampanye Iklan Baru McDonald’s Menampilkan Kotak Kosong tanpa Makanan

Jerman (SI Online) – McDonald’s meluncurkan kampanye iklan luar ruang baru di Jerman, di mana papan reklame digital disinkronkan dengan matahari untuk menampilkan makanan hanya setelah gelap selama Ramadan.

Poster Digital Out-of-Home (DOOH) tersebut diprogram sehingga selama jam puasa di siang hari, yang ditampilkan hanyalah kemasan McDonald’s—seperti wadah kentang goreng merah-kuning khas mereka dan kotak burger tertutup—dalam keadaan benar-benar kosong.

Begitu matahari terbenam, kemasan yang sama “terisi” secara waktu nyata, menampilkan kentang goreng dan burger tepat pada saat umat Muslim berbuka puasa.

Kampanye ini dibuat oleh agensi Jerman Scholz & Friends. Konsepnya berpusat pada penghilangan elemen visual paling ikonik dari McDonald’s—yaitu makanannya—sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang menjalankan ibadah Ramadan. Di Jerman, sekitar enam juta Muslim.

Poster tersebut memuat pesan “Happy Ramadan” dan menggunakan data yang disinkronkan dengan matahari serta jadwal waktu salat setempat untuk beralih dari wadah kosong menjadi makanan lengkap. Transformasi ini sengaja dijadwalkan agar selaras dengan waktu iftar, yaitu makan malam setelah matahari terbenam.

Ramadan adalah bulan paling suci dalam kalender Islam, di mana umat Muslim berpuasa dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Mereka menahan diri dari makan dan minum sepanjang siang hari, sering kali dikelilingi iklan luar ruang yang menampilkan gambar makanan yang menggoda.

Menurut Invidis, McDonald’s ingin menghindari hal tersebut dengan menyederhanakan visual iklannya hingga malam tiba, menggunakan teknologi DOOH untuk menciptakan bentuk iklan yang lebih “penuh pertimbangan” dan sensitif secara budaya.

Sebuah unggahan dari akun Threads Ads With Benefits menyoroti kampanye ini dengan menulis bahwa “McDonald’s menghapus semua makanan dari papan reklame digitalnya sendiri,” dan menarik lebih dari 63.000 tayangan.

“Cara sederhana, praktis, dan efektif untuk menyesuaikan iklan agar menghormati budaya setempat,” demikian salah satu keterangan unggahan tersebut.

Para analis industri menilai kampanye ini sejalan dengan tren yang lebih luas menuju iklan DOOH yang sadar konteks, yang mampu beradaptasi dengan momen budaya secara waktu nyata.

McDonald’s juga membuat kampanye Ramadan yang disesuaikan secara budaya di pasar lain, termasuk inisiatif Satu Rasa 2025 di Indonesia dan kampanye Indahnya Ramadan di Malaysia, yang keduanya mengangkat kebiasaan lokal dan unsur penceritaan.

Kampanye Satu Rasa (Satu Hati, Satu Rasa) mengikuti kisah dua saudara yang menjalani hari mereka secara terpisah, namun kembali terhubung saat berbagi hidangan saat matahari terbenam. Inisiatif ini juga menyoroti menu lokal seperti Ayam McD Lengkuas, ayam goreng berbumbu lengkuas yang disajikan dengan sambal tradisional.

1 2Laman berikutnya
Back to top button