#Perang Iran vs AS-IsraelLAPSUS

Diplomat Iran: AS dan Israel Tidak Memiliki Strategi Perang yang Jelas

Keterlibatan Kairo–Teheran untuk meredakan ketegangan

Ferdowsi Pour juga membahas komunikasi diplomatik yang sedang berlangsung antara Iran dan Mesir, dengan menyebut peran Kairo sebagai “positif dan konstruktif” serta berorientasi pada pengurangan ketegangan kawasan. Ia mengonfirmasi adanya pertukaran pesan diplomatik aktif antara kedua ibu kota.

Selain hubungan bilateral, ia menyatakan ada upaya melibatkan Turki dan Pakistan dalam peran regional yang lebih luas untuk mengakhiri perang.

Ia memuji sikap Mesir dan membandingkannya secara historis dengan Perang Oktober 1973, dengan mengatakan bahwa rakyat Mesir berada di pihak keadilan.

Perang tanpa arah jelas

Perang AS–Israel terhadap Iran semakin banyak dikritik karena tidak memiliki tujuan yang jelas dan jalur menuju keberhasilan yang semakin kabur.

Gubernur Maryland, Wes Moore, memperingatkan bahwa Amerika Serikat “sedang terseret ke perang tanpa akhir lainnya”, membandingkannya dengan Perang Afghanistan, serta menyoroti bahwa pemerintahan Donald Trump belum menjelaskan seperti apa bentuk keberhasilan dalam perang ini.

Laporan The New York Times juga menguraikan bahwa tujuan perang—mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, melakukan perubahan rezim, dan membuka kembali Selat Hormuz—masih jauh dari tercapai.

Trump dan para pejabat senior secara pribadi mengakui bahwa membuka kembali selat tersebut—yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global—mungkin tidak dapat dicapai dalam tenggat waktu empat hingga enam minggu yang ditetapkan presiden sendiri.

Sementara itu, intelijen AS mengakui bahwa Iran mampu memulihkan fasilitas militer yang dibombardir hanya dalam hitungan jam, masih memiliki stok rudal besar dan peluncur bergerak, serta tetap mempertahankan sekitar setengah dari lokasi peluncurannya meskipun terus diserang. []

Sumber: Al Mayadeen

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button