Dr. Zaidul Akbar Ajak Umat Jaga Kesehatan sebagai Bentuk Syukur kepada Allah
Bogor (Suaraislam.id) – Ratusan jamaah memadati Masjid Al Muttaqin Bogor untuk mengikuti Kajian Akbar bertema “Tubuhmu Adalah Amanah” bersama dr. Zaidul Akbar, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari itu dihadiri jamaah dari berbagai kalangan, dengan mayoritas peserta merupakan ibu-ibu yang tampak antusias mengikuti kajian hingga selesai.
Suasana masjid terlihat ramai dan penuh semangat. Para jamaah menyimak materi dengan khusyuk, mencatat poin-poin penting yang disampaikan pemateri, serta beberapa kali merespons penjelasan dengan penuh perhatian. Kajian berlangsung interaktif dan mendapat sambutan hangat dari peserta.
Dalam kajiannya, dr. Zaidul Akbar menegaskan bahwa kesehatan merupakan amanah dari Allah yang wajib dijaga. Ia mengawali pembahasan dengan mengutip firman Allah dalam Surat Al-Anfal ayat 11 yang menjelaskan bahwa Allah menurunkan hujan dari langit untuk menyucikan manusia. Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah telah menyediakan berbagai sarana untuk menjaga kebersihan dan kesehatan manusia.
“Tubuh yang sehat adalah modal untuk beribadah. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya urusan dunia, tetapi juga bagian dari rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat melalui kebersihan diri, mengonsumsi makanan halal dan baik, mencukupi kebutuhan air, berolahraga secara rutin, serta menghindari kebiasaan yang dapat merusak kesehatan.
Dr. Zaidul juga menjelaskan bahwa kekuatan genggaman tangan (grip strength) dapat menjadi salah satu indikator kondisi kesehatan tubuh dan jantung seseorang. Ia mendorong masyarakat untuk tetap aktif bergerak, minimal berjalan kaki selama 10 menit setiap hari, serta menjaga kebugaran agar tetap sehat hingga usia lanjut dan tidak menjadi beban bagi orang lain.
Terkait pola makan, ia menekankan pentingnya mengontrol porsi makanan dan menghindari makan berlebihan. Ia menyarankan agar sayuran dikonsumsi terlebih dahulu, kemudian protein, dan terakhir karbohidrat. Selain itu, buah-buahan lebih baik dikonsumsi secara langsung daripada dijus agar kandungan seratnya tetap terjaga dan tidak memicu lonjakan gula darah.
Menurutnya, kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh makanan, tetapi juga kondisi psikologis seseorang. Ia mengingatkan agar tidak terlalu memikirkan komentar atau penilaian orang lain karena dapat memengaruhi ketenangan hidup dan kesehatan tubuh.
“Kalau ingin hidup lebih tenang, jangan terlalu sibuk mengurusi komentar orang lain,” pesannya.
Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan pencernaan melalui puasa, konsumsi makanan fermentasi seperti tempe, probiotik, dan cuka, serta memperbanyak asupan serat. Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan wadah berbahan styrofoam untuk makanan panas karena berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan.
Adapun beberapa upaya yang disebutkan untuk membantu menjaga kebugaran tubuh antara lain berolahraga hingga berkeringat, sauna, serta menjaga pola makan yang baik. Ia juga menyinggung sejumlah bahan pangan yang sering digunakan masyarakat seperti jahe, pandan, kunyit, temulawak, zaitun, alpukat, kurma, madu, buah naga, manggis, serta ikan sarden dan makarel sebagai bagian dari pola makan yang lebih sehat.
Pada sesi akhir kajian, dr. Zaidul menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual. Ia mengajak jamaah untuk membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari untuk menjaga kemampuan ingatan serta memulai berbagai aktivitas dengan doa sebagai bagian dari upaya menjaga ketenangan jiwa dan kesehatan secara menyeluruh.
Kajian ditutup dengan doa masing-masing dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Para jamaah tampak puas dan bersemangat membawa pulang berbagai pelajaran tentang cara menjaga kesehatan sebagai amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Rep: Zakariya

