Duka di Bekasi Timur, 14 Penumpang KRL Meninggal Dunia
Saat KRL Commuter Line menuju Cikarang menunggu di stasiun, dari arah belakang KA Argo Bromo Anggrek menghantam KRL di stasiun tersebut.
“Gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong KRL,” kata Munir sebagaimana dikutip Tribunnews.
Sejumlah saksi mata menyebutkan gerbong perempuan yang terletak di bagian paling belakang rangkaian KRL Commuter Line adalah yang terdampak paling parah.
“Gerbong di bagian wanita hampir setengah dimasuki kepala kereta jarak jauh,” kata saksi mata bernama Maksus kepada Republika Online.
Riska, salah satu penumpang di gerbong tujuh mengatakan kejadiannya sedemikian mendadak. Gerbong yang ia naiki terguncang hebat saat kecelakaan terjadi. Banyak penumpang kemudian berteriak histeris dan berupaya menyelamatkan diri.

Penyebab Tabrakan
Masih belum diketahui secara pasti berbagai faktor yang menjadi penyebab tabrakan tersebut.
Namun dari hasil identifikasi sementara PT KAI, tabrakan itu diawali peristiwa “sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan, Selasa (28/04).
Peristiwa ini, lanjutnya, diduga menimbulkan “gangguan pada perlintasan”.
“Dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu,” ungkapnya.
Beberapa laporan media menyebut “taksi hijau” itu salah-satu armada taksi milik perusahaan taksi berbasis listrik Green SM Indonesia.
Dalam unggahannya di Instagram dan Facebook, Selasa (28/4/2026), Green SM Indonesia membenarkan bahwa “taksi hijau” itu adalah miliknya.
Green SM Indonesia mengatakan tengah berkoordinasi secara aktif dengan pihak berwenang. Dan, “mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.”





