Duka di Bekasi Timur, 14 Penumpang KRL Meninggal Dunia
Bekasi (SI Online) — Korban meninggal dunia akibat insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kini mencapai 14 orang.
Seluruh korban jiwa dilaporkan merupakan penumpang perempuan mengingat gerbong khusus wanita menjadi titik yang paling terdampak dalam peristiwa tersebut.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengonfirmasi bahwa hingga Selasa pukul 08.45 WIB, sebanyak 14 korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Selain korban meninggal, sebanyak 84 penumpang luka-luka tengah mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi.
Sementara itu, pihak berwenang memastikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berada dalam kondisi selamat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan tidak ada korban yang masih terjebak dalam rangkaian kereta.
“Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan,” kata Syafii dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/04).
“Pukul 08.00 WIB operasi evakuasi sudah selesai. Seluruh Tim SAR kita sudah kembalikan ke homebase masing-masing,” tambahnya.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kronologi Kejadian
Manajer Humas Daop 1 KAI, Franoto Wibowo, menyebut kejadian bermula ketika KRL Commuter Line menabrak taksi sehingga posisinya terhenti, sekitar pukul 20.40 WIB. Saat KRL itu berhenti, KA Argo Bromo rute Gambir-Surabaya menabrak dari belakang.
Keterangan Franoto dikuatkan penuturan saksi mata.
Munir, seorang penumpang KRL Commuter Line, mengatakan, kejadian itu bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Kereta itu berhenti cukup lama lantaran beberapa ratus meter dari stasiun, KRL Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak satu unit mobil taksi. Posisi mobil itu melintang di tengah perlintasan rel sehingga kereta tidak bisa melaju.





