Dukung Kemandirian Energi UMKM, Tiga PT Berkolaborasi Hadirkan Teknologi Solar Panel

Bogor (Suaraislam.id) – Upaya mendorong kemandirian energi sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat Desa diwujudkan melalui implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berbasis energi terbarukan di Desa Binaan Yayasan Perintis Nusa, Kampung Gunung Leutik, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor Jawa Barat pada Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) yang melibatkan 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia.
Dalam pelaksanaan di Kabupaten Bogor, program ini mengusung kegiatan “Integrasi Biogas dan Solar Cell untuk Akselerasi UMKM Halal: Digitalisasi dan Hilirisasi Produk Kue serta Olahan Umbi-Umbian Desa Binaan Yayasan Perintis Pendidik Nusa Bogor” yang dilaksanakan melalui kolaborasi IPB University sebagai PT host, Universitas Terbuka, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini direncanakan berlangsung mulai bulan Juli hingga November 2026.
Rangkaian pengabdian dimulai pada 15 Juli 2026 melalui survei lokasi di Yayasan Perintis Pendidik Nusa. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis di lokasi mitra, meliputi pemetaan kebutuhan energi UMKM, profil beban listrik dan termal, potensi pemanfaatan energi surya, serta kebutuhan instrumen monitoring pada sistem energi terbarukan. Hasil identifikasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan spesifikasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan aktivitas produksi UMKM di lokasi mitra.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, pada 30 Juli 2026 UPI bersama Universitas Terbuka melakukan koordinasi teknis untuk memfinalisasi kebutuhan perangkat solar cell. Perangkat kemudian diserahkan pada 7 Agustus 2026 dan dipersiapkan melalui proses perakitan serta pengujian di Laboratorium Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UPI sebelum diimplementasikan di lokasi mitra.
Tidak hanya berfokus pada energi surya, rangkaian program juga mulai mengembangkan pemanfaatan sumber daya lokal melalui pengolahan limbah peternakan. Pada 15 Agustus 2026, kegiatan di lokasi mitra diawali dengan pembangunan fasilitas pendukung pengolahan limbah ternak berupa septic tank di sekitar kandang kambing milik masyarakat, sebagai bagian dari pengembangan potensi energi terbarukan berbasis biogas
Masyarakat dikenalkan dengan model bisnis yang sesuai dengan syariah agar pasar dapat berjalan secara adil, jujur, dan maslahat, baik penjual maupun pembeli. Laily Dwi Arsyianti, Ketua Tim dari IPB University, menyampaikan bahwa bisnis halal memiliki keutamaan terutama di kondisi ekonomi saat ini yang membutuhkan pengusaha berintegritas dan usaha yang berkelanjutan. Istilah ‘sustainability’ sudah ada dalam kerangka bisnis syariah. Istiqomah dalam usaha dan ikhtiar merupakan upaya untuk mewujudkan ‘sustainability’ atau berkelanjutan. Pengusaha yang berintegritas sangat diperlukan agar pasar dapat berjalan dengan adil, jujur, saling memberikan maslahat.
Perwakilan dari Universitas Terbuka (UT), Indar Fauziyah Ulfah, menyampaikan bahwa usaha yang halal merupakan keniscayaan karena mayoritras penduduk Indonesia adalah muslaim. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendaftarkan UMKM untuk bersertifikasi halal. Ada dua pintu untuk mendapatkan sertifikasi halal, yaitu jalur pendaftaran sertifikat halal dan jalur self-declared. Produk UMKM pangan di Desa Benteng dapat didaftarkan sertifikat halal dan didampingi oleh pendamping sertifikasi halal. Upaya konsistensi berkala juga dibutuhkan agar kualitas kehalalan dan ketayyiban produk dapat dijaga sepanjang waktu.
Perwakilan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Muhammad Rizalul Wahid, memimpin tim implementasi solar cell. Bahan baku peralatan disiapkan oleh Tim UT, kemudian dirakit oleh Tim UPI. Setelah melalui proses persiapan dan perakitan, pada 26 Agustus 2026 sistem solar panel mulai dipasang dan diimplementasikan di salah satu rumah masyarakat di desa binaan. Sistem tersebut dirancang untuk memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik alternatif yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan aktivitas produksi UMKM. Berdasarkan rancangan pada perangkat, sistem terdiri atas dua panel surya, baterai berkapasitas 25,6 V–100 Ah atau sekitar 2,56 kWh, serta MPPT hybrid inverter berkapasitas 1,5 kVA.
Hasil uji coba awal menunjukkan bahwa sistem mampu digunakan untuk mengoperasikan peralatan yang menunjang aktivitas masyarakat, di antaranya pompa berdaya sekitar 200 watt dan gerinda dengan daya sekitar 500 watt. Implementasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber energi konvensional sekaligus mendukung efisiensi biaya operasional usaha mikro.
Puncak rangkaian kegiatan dilaksanakan pada 27 Agustus 2026 melalui Launching Teknologi Tepat Guna berbasis Solar Panel di desa binaan Yayasan Perintis Pendidik Nusa. Kegiatan launching tidak hanya menjadi momentum peresmian pemanfaatan teknologi energi terbarukan, tetapi juga diisi dengan kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Materi bisnis syariah disampaikan oleh tim IPB University sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan usaha yang sesuai dengan prinsip syariah.
Sementara itu, Universitas Terbuka memberikan edukasi mengenai sertifikasi halal sebagai bagian dari penguatan daya saing produk UMKM masyarakat. Adapun tim Universitas Pendidikan Indonesia memberikan edukasi penggunaan dan pengoperasian perangkat solar panel, termasuk tata cara pemanfaatan serta pemeliharaan sistem agar teknologi dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, sampai hari ini implementasi Teknologi Tepat Guna diharapkan tidak berhenti pada penyediaan perangkat, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, bermanfaat bagi usaha lokal dan pengembangan potensi daerah. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai cara menggunakan, merawat, dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung aktivitas ekonomi mereka. []






