DAERAH

Fasilitas Rusak-Biaya UKT Mahal, Mahasiswa IPB Heran Rektor Malah Fokus Bisnis SPPG

Keterlibatan kampus dalam proyek SPPG dikhawatirkan akan mengalihkan sumber daya dana dan tenaga pendidik. Fokus yang seharusnya untuk perbaikan fasilitas riset primer dikhawatirkan akan tersedot ke pengelolaan operasional dapur.

Konsep experiential learning yang ditawarkan juga dicurigai hanya menjadi kedok untuk memanfaatkan tenaga mahasiswa. Mahasiswa dikhawatirkan hanya menjadi pekerja operasional bisnis gizi dengan imbalan yang tidak layak.

Penggunaan lahan kampus untuk pembangunan dapur industri akan semakin mempersempit ruang terbuka hijau. Selain itu, ruang interaksi sosial mahasiswa yang sudah terbatas akan semakin tergerus oleh kepentingan bisnis.

Kualitas kepemimpinan Alim Setiawan pun mendapatkan kritik keras berupa rapor merah dari para aktivis mahasiswa. Mereka menjuluki ia sebagai “Rektor Give Away” karena dianggap minim inovasi yang substansial.

Ia dinilai tidak menghadirkan aksi konkret yang berdampak langsung pada kesejahteraan sivitas akademika di kampus. Rektor dianggap hanya melakukan aksi panen citra di media sosial atas hasil kerja pimpinan sebelumnya.

Koalisi menilai fondasi prestasi yang diletakkan rektor sebelumnya kini mulai runtuh perlahan. Hal ini diakibatkan oleh inkompetensi kepemimpinan yang mereduksi institusi menjadi alat komersialisasi belaka.

Menyikapi situasi ini, mahasiswa menuntut penghentian komersialisasi pendidikan melalui proyek SPPG secara total. Mereka mendesak pihak rektorat untuk segera mengembalikan fokus pada pemenuhan hak-hak akademis.

“Kami mendesak Rektor Alim Setiawan dan jajaran untuk mengembalikan fokus institusi pada pemenuhan hak-hak akademis mahasiswa,” kata Khairul.

Pihaknya berjanji akan terus mengawal tuntutan ini sampai ada perubahan nyata.

Mahasiswa juga menuntut restorasi fasilitas kampus secara menyeluruh di seluruh titik kerusakan yang ada. Hal ini mencakup renovasi toilet hingga perbaikan gedung-gedung yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Tuntutan terakhir adalah mengembalikan khittah rektor yang amanah dengan mendengar langsung suara para mahasiswa. Rektor diminta untuk memahami realitas kesulitan yang dihadapi oleh anak didiknya di lapangan.

Alim Setiawan diminta untuk berhenti menjadikan IPB sebagai batu loncatan untuk citra politik pribadi. Jika tidak sanggup, mahasiswa meminta dia untuk turun dari jabatannya demi kebaikan institusi.

Sebagai informasi, Koalisi Mahasiswa IPB terdiri atas Suar Agraria IPB dan Barikade Mahasiswa Pertanian IPB. Selain itu tergabung pula Persatuan Keluarga Besar Ormawa IPB serta Koalisi Mahasiswa Peduli Kampus dari Pelecehan Seksual.[]

red: a.syakira

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button