INTERNASIONAL

Freedom Flotilla untuk Gaza sudah Sampai Paris

Paris (SI Online) – Dua kapal Freedom Flotilla yang melakukan perjalanan dari Norwegia dan Swedia menuju Palestina dalam usaha membuka blokade Gaza oleh Israel yang sudah berlangsung selama 11 tahun tiba di Paris pada Ahad, (17/6).

Asosiasi Solidaritas Prancis-Palastina (AFPS) — organisasi Prancis terbesar yang mendukung Palestina — mengadakan demonstrasi untuk menyaksikan kedua kapal melintasi Sungai Seine di Paris, sementara otoritas Prancis menolak kapal-kapal itu berlabuh.

Presiden Arab World Institute yang berbasis di Paris, Jack Lang, politisi dan pendukung Palestina berada di antara para demonstran.

Para pedemo mengibarkan bendera Palestina dan menyerukan slogan “Bebaskan Palestina”.

Para aktivis yang menaiki kedua kapal melambaikan tangan kepada mereka yang berada di tepi pantai.

Berbicara kepada kerumunan, anggota parlemen Eric Coquerel berkata pembunuhan yang dilakukan oleh Israel kepada warga Palestina yang tak bersenjata di Gaza meski PBB telah mengeluarkan resolusi adalah hal yang tidak bisa diterima.

Sebelumnya pada pekan ini, Majelis Umum PBB menyetujui resolusi yang mendesak adanya perlindungan internasional untuk warga Palestina.

Resolusi ini menyalahkan Israel atas kematian penduduk Palestina di Jalur Gaza dan mendesak komunitas internasional untuk melindungi keselamatan warga Palestina.

Coquerel juga merespons kegagalan pemerintahan Prancis untuk memberi sanksi kepada Israel. Dia berkata, dia berada dalam kerumunan orang yang mendukung flotilla.

Perdamaian di wilayah itu tidak akan terwujud tanpa mengakui Palestina sebagai negara merdeka, tambah dia.

Anggota Senat Prancis Esther Benbassa berujar dia akan terus melakukan protes melawan embargo Israel atas Gaza.

Kedua kapal diharapkan sampai pelabuhan di barat Prancis, di Kota La Rochelle.

Pada 15 Mei, sebuah kapal flotilla berangkat dari Norwegia dan Swedia dengan slogan “Hak Masa Depan Adil untuk Palestina”.

Flotilla tersebut singgah di beberapa pelabuhan Eropa, termasuk di Denmark, Inggris, Italia, Spanyol dan Yunani sebelum persinggahan akhir mereka di Gaza.

Hingga akhir 2016, total 1,3 juta warga Gaza menggantungkan diri pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup sementara separuh keluarga di Gaza tak memiliki akses kepada bahan makanan, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Setiap tahun selama delapan tahun belakangan, Koalisi Freedom Flotilla meluncurkan kampanye untuk menentang blokade tersebut.

Pada 31 Mei 2010, pasukan Israel membunuh sembilan aktivis Turki di kapal Mavi Marmara yang sedang berada di perairan internasional. KOnvoi ini, yang merupakan bagian dari Koalisi Freedom Flotilla, tengah menuju Gaza untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan. Seorang aktivis lain meninggal dunia karena menderita luka cukup parah.

sumber: anadolu

Artikel Terkait

Back to top button