FUUI: DPR Gagal Jalankan Fungsinya, Pemerintah Gagal Sejahterakan Rakyat
Dalam kondisi seperti ini, lanjutnya, sudah bisa dibayangkan siapa sebenarnya yang diwakili oleh para anggota dewan tersebut. Ini kiranya diantara sekian alasan lainnya, ysng menyebabkan munculnya desakan masyarakat agar lembaga DPR (orang-orangnya) dibubarkan saja karena rakyat sudah merasa kehilangan kepercayaan.
Pemerintah Gagal Sejahterakan Rakyat
Tidak hanya DPR, KH Athian juga mengkritik kinerja pemerintah yang menurutnya tidak jauh berbeda dengan performa para wakil rakyat di parlemen. Padahal, pemerintah sejatinya diangkat oleh rakyat untuk mengelola negara demi kepentingan dan kesejahteraan seluruh warganya.
Menurutnya, negara yang dianugerahi oleh Allah dengan kekayaan yang luar biasa ini dalam kenyataannya berdasarkan data Bank Dunia, sebanyak 5,4% rakyat Indonesia masuk dalam kategori sangat miskin dengan penghasilan hanya sekitar Rp546 ribu per bulan. Kemudian 19,9 % berpenghasilan Rp765.000 per bulan dan 68,3 % penduduk Indonesia memiliki penghasilan sekitar Rp1,512.000 per bulan, angka yang sangat minim untuk memenuhi kebutuhan hidup layak.
“Kekayaan negeri ini lebih banyak dinikmati oleh para oligarki dan segelintir orang piaraan mereka. Mereka nampak begitu sangat merdeka menguras kekayaan negeri ini, sementara pihak penguasa dan aparat hukum seperti tidak berdaya menghadapi kekuatan mereka. Kasus pagar laut salah satu contoh konkrit jika kekuasaan mereka tidak bisa disentuh penguasa dan aparat hukum sekalipun,” terangnya.
Pentingnya Pendidikan Politik untuk Rakyat
Menghadapi kondisi tersebut, KH Athian menekankan pentingnya pencerdasan politik bagi rakyat, agar yang terpilih sebagai penguasa dan wakil rakyat benar-benar putra terbaik. Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang memadai mengenai hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, termasuk hak-hak politik yang dimiliki. Dengan demikian, rakyat yang awam tidak hanya dijadikan objek perebutan suara menjelang pemilu, tapi ikut berperan aktif dalam membenahi negara yang sedang sakit ini.
Karena itu Kiai Athian menyerukan agar para tokoh masyarakat dan ulama menggerakkan kesadaran politik di kalangan umat. Organisasi masyarakat Islam dituntut untuk lebih aktif membina umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Saya yakin di setiap ormas Islam masih banyak tokoh dan ulama yang berpikir cerdas dan peduli pada nasib bangsa ini kedepannya. Kalau ini sudah terealisir, saya yakin akan terjadi perubahan menuju kondisi negeri yang lebih baik,” katanya penuh harap.
Kritik tajam dari tokoh ulama ini menjadi pengingat bahwa reformasi sistem politik dan pemerintahan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan untuk kesejahteraan seluruh rakyat.[]
Rep: Suwandi






