DAERAH

ANNAS: Syiah Ancaman Serius Keutuhan NKRI

Bandung (SI Online) – Ormas Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menggelar Mudzakarah Nasional ke-3 di Grand Hotel Asyrilia, Kota Bandung, Ahad (26/4/2026).

Kegiatan bertema “Antisipasi Terhadap Gerakan Syiah dalam Menjaga Keutuhan Bangsa” ini menekankan kewaspadaan terhadap ideologi yang dinilai mengancam stabilitas negara.

Ketua Umum ANNAS, KH Athian Ali M. Dai, menegaskan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah menjadi tekad organisasi sejak awal deklarasi.

Athian menepis tudingan pihak luar yang melabeli ANNAS sebagai organisasi intoleran dalam berbagai forum publik.

“Jika tuduhan itu dialamatkan pada ANNAS maka saya perlu tegaskan bahwa ANNAS adalah aliansi yang bertekad sejak awal dideklarasikan sebagai kelompok yang menjaga toleransi. ANNAS sebagai tempat berkumpulnya para ulama dan cendikiawan muslim yang berpegang teguh pada prinsip ajaran Islam yang mengajarkan la ikraha fiddin (tidak ada paksaan dalam agama) karena Allah SWT sendiri tidak pernah memaksakan manusia Untuk beriman atau kafir,” tegas Athian Ali.

Ia memastikan seluruh kiprah ANNAS di tengah masyarakat selalu berkoordinasi dengan pemerintah dan aparat demi menjaga situasi kondusif nasional.

Upaya koordinatif tersebut meliputi kunjungan silaturahmi ke MUI, Komisi VIII DPR RI, Mabes Polri, hingga Kemenko Polhukam untuk mengantisipasi ancaman kelompok Syiah.

“ANNAS juga sudah menerbitkan buku tentang bahaya syiah bagi akidah dan NKRI buku ini sudah kami kirimkan Ke 840 pejabat di seluruh Indonesia mulai dari Menteri Dalam Negeri Kapolri hingga jajarannya sampai ke bawah, Panglima TNI, para Pangdam seluruh Indonesia dan semua pejabat. Hal ini sebagai bahan masukan dari kami tentang apa yang kita bisa pahami tentang Syiah dan bahayanya,” terang Athian Ali.

Dirintelkam Polda Jabar, Sukendar Eka Ristyan, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya musyawarah nasional ini.

Sukendar menyatakan dukungan kepolisian terhadap setiap gerakan yang bertujuan merawat persatuan bangsa, termasuk langkah-langkah strategis yang ditempuh ANNAS.

Ketua Komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat, Yomanius Untung, menyebut mudzakarah ini sangat krusial di tengah simpang siur informasi global yang mengancam integrasi.

“Kami berharap acara mudzakarah hari ini tidak sekedar berdiskusi, tidak sekedar menyampaikan pendapat, tidak sekedar berdebat. Tapi lebih dari itu adalah forum pengambilan keputusan yang berakar dari keilmuan, tidak sekedar pendapat, pandangan yang tidak berdasar. Based on science, based on knowledge, jadi tidak berdasarkan pandangan-pandangan yang berkualitas,” ungkapnya.

1 2Laman berikutnya
Back to top button