Habib Rizieq Bongkar Alasan BOP Rugikan Indonesia dan Perjuangan Palestina
Ia membandingkan sikap Indonesia dengan Malaysia yang menurutnya lebih tegas dalam menyuarakan kecaman terhadap tindakan militer Israel maupun Amerika.
Kedua, Habib Rizieq menyinggung sikap Indonesia yang menurutnya diam ketika pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disebutnya menjadi korban tindakan brutal Amerika.
“Malaysia menyampaikan belasungkawa dan mengutuk. Indonesia bahkan menyampaikan belasungkawa pun tidak berani,” ujarnya.
Ketiga, ia menyoroti kematian empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lebanon yang menurutnya menjadi korban serangan Israel.
“Empat tentara kita dibunuh di Lebanon oleh Israel. Indonesia hanya menyampaikan belasungkawa, tapi tidak berani mengutuk Israel. Ini tentara kita dibunuh, seharusnya Indonesia marah,” katanya.
Habib Rizieq menilai sikap tersebut menunjukkan Indonesia kehilangan keberanian bersikap akibat keterlibatan dalam BOP. “Gara-gara ikut BOP, jadi tidak berani bicara,” tegasnya.
Poin keempat yang disampaikan adalah dugaan larangan masuk terhadap delegasi Palestina ke Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu ada tujuh tokoh Palestina, termasuk Basem Naim—mantan Menteri Kesehatan Palestina yang disebut berjasa membantu pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza—yang tidak mendapatkan izin masuk ke Indonesia.
“Mereka datang dari Palestina ke Turki, lalu ke Malaysia, diterima Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Tapi saat mau ke Indonesia, visanya ditolak,” ungkapnya.
Menurut Habib Rizieq, dirinya sempat berupaya membantu dengan menghubungi sejumlah pejabat, namun tidak mendapatkan solusi.
Ia juga mengaku menemukan informasi mengenai nota dinas yang disebut berisi larangan warga negara Palestina masuk ke Indonesia, meskipun belakangan dibantah oleh pihak imigrasi.
“Kalau memang surat itu palsu, kenapa faktanya mereka tidak bisa masuk? Ini gara-gara ikut BOP. Karena bagi Amerika, para pejuang Palestina dianggap teroris, sehingga Indonesia takut menerima mereka,” ujarnya.






