OPINI

Hak Atas Kesehatan di Gaza Kini Menjadi Sebuah Keistimewaan

Jumlah tersebut merupakan angka yang sangat besar bagi mayoritas warga pengungsian yang bahkan kesulitan mengamalkan makanan harian.

Keterlambatan penanganan medis, ditambah ketiadaan obat-obatan dan kondisi lingkungan yang buruk, berpotensi memperparah penyakit hingga berujung fatal.

Penderitaan massal ini sebenarnya dapat dicegah apabila layanan kesehatan dasar difungsikan kembali di Gaza, terutama di bawah naungan lembaga besar seperti UNRWA.

Sejak tragedi Nakba, UNRWA memegang peranan kunci dalam menyediakan layanan kesehatan dasar bagi pengungsi Palestina di Gaza. Lembaga ini mendirikan klinik di setiap kamp pengungsian untuk menjamin akses berobat gratis bagi warga.

Sebelum perang pecah, UNRWA mengoperasikan 22 klinik di seluruh Jalur Gaza. Laporan terbaru mencatat hanya enam klinik yang masih beroperasi hingga saat ini.

Selain itu, hanya 19 dari 34 rumah sakit di Gaza yang beroperasi secara parsial. Sebagian besar bangsal perawatan tidak dapat digunakan akibat kerusakan fisik yang parah.

Saat ini, di seluruh Jalur Gaza hanya tersedia 2.200 tempat tidur rawat inap untuk melayani 2 juta jiwa. Padahal sebelum perang, Rumah Sakit Al-Shifa sendiri memiliki 700 tempat tidur.

Berbagai layanan medis vital, seperti tes laboratorium, operasi bedah, dan perawatan khusus, tidak lagi dapat diakses karena ketiadaan bahan medis dan gugurnya para tenaga medis.

Kehancuran fasilitas medis dan perampasan hak hidup warga Gaza telah mengubah hak dasar atas kesehatan menjadi sebuah hak istimewa yang mahal.

Dunia internasional mendesak intervensi medis darurat yang tidak hanya berfokus pada rekonstruksi rumah sakit, tetapi juga memulihkan klinik dasar guna menjangkau kelompok paling rentan di kamp-kamp pengungsian.[]

Hadeel Awad, Penulis dan perawat yang berdomisili di Gaza. Ia pernah bertugas di Rumah Sakit Al-Shifa hingga fasilitas medis tersebut digerebek oleh tentara Israel pada November 2023.

Sumber: Aljazeera.com

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button