NUIM HIDAYAT

Hancurnya Peradaban Barat (Amerika dan Israel)

Tentang ayat ini Sayyid Quthb menyatakan, “Inilah pembersihan melalui ujian, dan pendidikan melalui cobaan, serta pembedaan antara yang benar dan yang pura-pura. Kekuasaan di muka bumi tidak akan diberikan kepada orang beriman sebelum mereka dididik dengan kejujuran, kesabaran, dan keteguhan.

“Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal Allah belum mengetahui siapa di antara kamu yang berjihad dan siapa yang sabar?” Tidak! Surga itu mahal harganya. Jalannya dipenuhi jihad, ujian, dan kesabaran. Orang-orang yang benar dalam keimanannya hanya akan tampak dalam masa-masa sulit dan menegangkan, di mana ketakutan dan tekanan menyingkap hakikat jiwa. Itulah sunnatullah dalam mendidik hati dan menyucikan umat: melalui cobaan, penderitaan, dan kesabaran — agar mereka layak untuk kemenangan dan surga.”

Jadi pesan utama ayat ini menurut Sayyid Quthb adalah:

  1. Ujian adalah cara Allah menyucikan orang beriman. Dengan cobaan, Allah menghapus dosa, membersihkan niat, dan meneguhkan hati.
  2. Kemenangan tidak diberikan sebelum iman matang. Umat Islam belum pantas menang sebelum ruh mereka terbentuk dalam kesabaran dan kejujuran sejati.
  3. Jalan menuju surga bukan jalan yang mudah. “Surga itu mahal,” kata Sayyid Quthb — dan hanya mereka yang menanggung ujian dengan sabar yang layak memasukinya.
  4. Kekalahan sementara bukan kegagalan. Ia hanyalah fase tarbiyah (pendidikan Ilahi) untuk mempersiapkan umat menuju kemenangan hakiki dan tempat mulia di akhirat.

Jalan kemenangan Islam adalah dengan jihad dan sabar. Berjihad yakni bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan nilai-nilai Ilahi (Al-Qur’an) dan sabar menghadapi kenyataan hidup dalam perjuangan itu.

Kesungguhan dan kesabaran pasukan-pasukan Hamas dalam melawan Israel menunjukkan bahwa kelompok ini berpegang teguh pada Al-Qur’an. Sedangkan kita di tanah air juga harus bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan Islam di tanah air. Kita mesti berdakwah tidak kenal lelah. Kita mesti menulis atau bicara untuk kemuliaan Islam. Kita mesti menjelaskan kebusukan Israel dan Amerika (peradaban Barat) kepada masyarakat.

Renungkanlah ayat-ayat dalam surat Ibrahim tentang peradaban manusia ini,

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (QS Ibrahim 24-27).

Wallahu alimun hakim. Wallahu azizun hakim. []

Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial dan Politik.

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button