NASIONAL

IBF ke-24 2026: Iqra’ Reborn, Langkah Emas Membangun Gerakan Literasi Islam Indonesia

Jakarta (Suaraislam.id) – Islamic Book Fair (IBF) ke-24, sebuah perhelatan akbar perbukuan Islam tahunan yang diselenggarakan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta, kembali hadir pada 9–13 Desember 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Mengusung tema “IQRA’ REBORN: Langkah Emas, Gerakan Literasi Islam Indonesia”, IBF tahun ini tidak sekadar menjadi ajang pameran dan transaksi buku, tetapi juga membawa misi besar membangkitkan kembali tradisi membaca, menghidupkan budaya ilmu, serta memperkuat peran literasi Islam dalam membangun peradaban bangsa.

Tema tersebut memiliki keterkaitan erat dengan semangat Hari Santri Nasional, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Keduanya bertemu pada satu pesan fundamental: Indonesia Emas tidak mungkin dibangun tanpa sumber daya manusia yang unggul, berilmu, berkarakter, dan memiliki tradisi literasi yang kuat.

Sebagaimana disampaikan Ketua Islamic Book Fair ke-24 Tahun 2026, Dr. Abdul Hakim dalam momentum Hari Santri Nasional, bahwa menuju Indonesia Emas harus diawali dengan langkah emas. Dan langkah emas itu adalah Iqra’ Reborn — membaca kembali.

Namun, membaca yang dimaksud bukanlah sekadar mengeja kata, mengumpulkan informasi, atau menambah pengetahuan. Lebih dari itu, membaca harus mengembalikan manusia kepada hakikat penciptaan dan tujuan kehidupannya. Sebagaimana perintah pertama Allah SWT dalam wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah SAW:

“Iqra’ bismi rabbikalladzī khalaq. Khalaqal-insāna min ‘alaq. Iqra’ wa rabbukal-akram. Alladzī ‘allama bil-qalam. ‘Allamal-insāna mā lam ya‘lam.”

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 1–5).

Pesan tersebut menjadi ruh utama IQRA’ REBORN. Membaca harus bernilai ibadah, membangun kesadaran ketuhanan, melahirkan ilmu yang bermanfaat, membentuk akhlak, dan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan. Dengan demikian, literasi Islam bukan hanya gerakan membaca buku, melainkan gerakan membangun manusia berilmu, beradab, dan berkontribusi bagi peradaban.

Apresiasi Buku Terbaik: Menghadirkan Karya-Karya Emas

Sebagai langkah nyata mewujudkan semangat IQRA’ REBORN, panitia IBF ke-24 akan menghadirkan program apresiasi dan penghargaan terhadap karya-karya terbaik dunia perbukuan Islam Indonesia.

Melalui program ini, karya-karya pilihan dari para penulis dan penerbit akan dikurasi untuk memperebutkan empat kategori nominasi terbaik, yaitu:

  1. Nominasi Buku Terbaik Kategori Nonfiksi.
  2. Nominasi Buku Terbaik Kategori Fiksi.
  3. Nominasi Buku Terbaik Kategori Anak.
  4. Nominasi Buku Terbaik Kategori Terjemahan.

Penghargaan ini bukan sekadar kompetisi untuk menentukan buku terbaik. Lebih dari itu, merupakan bentuk penghormatan terhadap kreativitas, produktivitas, dedikasi, dan kontribusi para penulis serta penerbit dalam mengembangkan khazanah literasi Islam Indonesia.

Melalui apresiasi tersebut, IBF ingin mendorong lahirnya karya-karya bermutu yang tidak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga kaya gagasan, mencerahkan pemikiran, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta relevan dengan tantangan zaman.

Siapakah Tokoh Perbukuan Islam 2026?

Satu hal yang tidak kalah menarik dan selalu dinantikan dalam setiap penyelenggaraan Islamic Book Fair adalah pengumuman Tokoh Perbukuan Islam Tahun 2026.

Penghargaan yang diberikan oleh IKAPI DKI Jakarta ini memiliki keunikan tersendiri. Tokoh yang dinobatkan bukan semata-mata figur yang dikenal luas, melainkan sosok yang memiliki rekam jejak, dedikasi, pemikiran, dan kontribusi nyata dalam menggerakkan dunia ilmu, pendidikan, dakwah, serta perbukuan Islam.

Jika menengok tiga tokoh yang dalam penyelenggaraan IBF sebelumnya telah memperoleh penghargaan tersebut, terlihat sebuah benang merah yang menarik: mereka merupakan figur-figur yang aktif dalam amaliah positif, memiliki pengaruh luas, dan memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Ketiga tokoh tersebut adalah:

  1. Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil., Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
  2. K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.
  3. Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ketiganya merepresentasikan sosok intelektual dan pemimpin umat yang tidak hanya berbicara tentang ilmu dan peradaban, tetapi juga menghadirkan kontribusi melalui pemikiran, pendidikan, dakwah, dan gerakan nyata.

Lantas, siapakah tokoh yang akan dinobatkan sebagai Tokoh Perbukuan Islam IBF ke-24 Tahun 2026?

Apakah seorang ulama, intelektual, akademisi, penulis, pendidik, atau tokoh penggerak literasi yang selama ini konsisten membangun peradaban melalui dunia ilmu dan perbukuan?

Jawabannya akan menjadi salah satu momen istimewa dalam pembukaan Islamic Book Fair ke-24 pada 9 Desember 2026 di JICC, Senayan, Jakarta.

Pada momentum pembukaan tersebut, panitia juga akan mengumumkan para penulis dan penerbit yang berhasil meraih penghargaan terbaik dalam empat kategori buku yang telah ditetapkan.

Dari Gerakan Membaca Menuju Gerakan Peradaban

IBF ke-24 Tahun 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan industri perbukuan. Ia harus menjadi momentum kebangkitan literasi Islam Indonesia, mempertemukan penulis, penerbit, ulama, akademisi, pendidik, santri, komunitas literasi, dan masyarakat luas dalam satu gerakan bersama.

Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang kaya sumber daya alam, melainkan bangsa yang mampu melahirkan generasi pembaca, pemikir, penulis, dan penggerak peradaban.

Indonesia Emas membutuhkan langkah emas. Langkah emas membutuhkan ilmu. Dan ilmu harus dimulai dengan membaca.

Iqra’ Reborn bukan sekadar sebuah tema, melainkan seruan untuk kembali kepada tradisi keilmuan Islam, menghidupkan semangat membaca dengan kesadaran ketuhanan, dan menjadikan buku sebagai jembatan menuju kemajuan umat dan bangsa.

Mari hadir di Islamic Book Fair ke-24, 9–13 Desember 2026, di JICC Senayan, Jakarta.

Iqra’ Reborn: Langkah Emas, Gerakan Literasi Islam Indonesia.

Membaca dengan nama Allah, berkarya untuk umat, dan bergerak membangun peradaban menuju Indonesia Emas. []

Back to top button