NUIM HIDAYAT

Dukungan kepada Prabowo Makin Menguat

Sejumlah tokoh nasional, mantan pejabat negara, pakar hukum, partai politik, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto dalam mengusut dugaan penyadapan ilegal. Mereka berharap kasus ini menjadi momentum pembenahan Polri dan penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Pol. (Purn.) Listyo Sigit Prabowo menjadi salah satu peristiwa politik dan hukum paling menyita perhatian pada awal November 2026.

Penetapan Listyo Sigit sebagai tersangka bersama sejumlah perwira tinggi Polri memicu gelombang respons dari berbagai kalangan. Menariknya, sejumlah tokoh yang sebelumnya kritis terhadap pemerintahan Prabowo kini menyampaikan apresiasi atas langkah tegas penegakan hukum tersebut.

Dukungan mengalir antara lain dari mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu, mantan Menko Polhukam Mahfud MD, mantan Kapolri Jenderal Pol. (Purn.) Bambang Hendarso Danuri, hingga pengurus pusat Majelis Ulama Indonesia.

Amien Rais: Saya Bersyukur Prabowo Berani

Amien Rais merupakan sosok yang sering mengkritik kebijakan Presiden Prabowo. Namun, dalam unggahan video terbarunya, Amien menyampaikan apresiasi secara terbuka. Pada awal November ini, Amien mengaku bersyukur melihat ketegasan Presiden dalam menghadapi persoalan yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit.

Amien bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada Prabowo atas kritik-kritik sebelumnya. Ia mengaku pernah meragukan keberanian Prabowo dalam menghadapi kekuatan yang dianggapnya menguasai institusi negara.

Mantan Ketua MPR ini menilai pencopotan Listyo Sigit dan pengusutan dugaan penyadapan merupakan langkah krusial. Ia berharap Prabowo tidak berhenti pada satu kasus, melainkan melanjutkan pembenahan secara proporsional.

“Tolong Mas Prabowo, Anda tetap saja lurus, kemudian pembersihan lakukan secara proporsional,” kata Amien. Ia juga meminta agar dugaan penyadapan diusut hingga tuntas, termasuk menelusuri pihak yang memberi perintah serta penerima hasil penyadapan tersebut.

Bambang Hendarso Danuri: Bukan Persaingan Mantan Kapolri dan Kapolri

Dukungan penting lainnya datang dari mantan Kapolri Jenderal Pol. (Purn.) Bambang Hendarso Danuri yang kini menjabat Ketua Umum Persatuan Purnawirawan (PP) Polri.

Dalam pertemuan dengan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto di Mabes Polri pada Kamis (05/11/2026), Bambang menyampaikan dukungan penuh terhadap penegakan hukum dan pembenahan internal kepolisian.

Bambang menegaskan bahwa perkara tersebut bukan bentuk persaingan antara pimpinan Polri saat ini dan mantan pimpinan. “Ini bukan persaingan antara Kapolri dan mantan Kapolri. Ini murni ada peristiwa pidana yang dilakukan oleh oknum-oknum anggota Polri. Dengan kejelian dan keberanian Bapak Kapolri, beliau melakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut bernilai penting karena datang langsung dari mantan pimpinan tertinggi Polri. Dukungan ini memperlihatkan bahwa pengusutan perkara memperoleh perhatian serius dari kalangan purnawirawan kepolisian.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button