#Perang Iran vs AS-IsraelINTERNASIONAL

Iran Bukan Venezuela

Para pakar mengatakan pengaruh AS atas negara tetangganya di Amerika Selatan akan sulit ditiru di negara yang memiliki antipati mendalam dan lama terhadap Barat.

Pertama, CIA melacak pemimpin sebuah negara kaya minyak yang kerap menantang AS ke sebuah kompleks yang dijaga ketat di jantung ibu kota negaranya yang dikelilingi pegunungan.

Kemudian, pemimpin itu disingkirkan dari kekuasaan melalui pertunjukan kekuatan militer AS yang mematikan dan tak tertahankan.

Terakhir, seorang penerus yang lebih patuh dipasang untuk menjalankan kehendak Washington.

Itulah resep yang digunakan Donald Trump dalam “penangkapan rezim” Venezuela baru-baru ini. Presiden negara itu, Nicolás Maduro, diculik di Caracas sebelum fajar pada 3 Januari 2026.

Setelah pasukan khusus menangkap Maduro, wakil presidennya, Delcy Rodríguez, mengambil alih dengan restu Trump, membuka era baru yang pro-AS bagi negara Amerika Selatan yang selama ini para pemimpinnya sering mengecam “imperialisme Yankee”.

“Saya berterima kasih kepada Presiden Donald Trump atas kesediaan baik pemerintahnya untuk bekerja sama,” tulis Rodríguez di X pada Kamis, dalam salah satu sikap tunduknya yang paling terbuka sejak jatuhnya sekutunya.

Dua bulan setelah tumbangnya Maduro, Trump tampaknya ingin meniru model “penangkapan rezim” itu di Iran setelah pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas di Teheran dalam operasi besar Israel-AS yang menargetkan markasnya.

“Saya harus terlibat dalam penunjukan [penggantinya], seperti halnya dengan Delcy di Venezuela,” kata Trump kepada situs berita AS Axios pekan ini.

Berbicara kepada New York Times, ia mengatakan: “Apa yang kami lakukan di Venezuela, menurut saya, adalah … skenario yang sempurna.”

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa strategi Trump—“mengelola” perilaku sebuah rezim dari jauh tanpa menempatkan pasukan AS di lapangan—mungkin bisa disebut sebagai “penggal kepala dan mendelegasikan kekuasaan” (decapitate and delegate).

Namun para pakar Amerika Selatan dan Timur Tengah meragukan bahwa apa yang sejauh ini berhasil di Caracas dapat berhasil 7.000 mil jauhnya di Teheran.

“Mengubah Iran menjadi rezim boneka yang patuh jauh lebih tidak praktis dibandingkan di Venezuela, di mana bahkan di bawah Maduro pemerintahnya sudah cenderung bekerja sama dengan AS, mitra historisnya di sektor energi dan pemain utama di kawasan,” kata Benjamin Gedan, mantan direktur Amerika Selatan di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih yang kini memimpin Program Amerika Latin di Stimson Center.

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button